Disdik Sumenep Kawal Ketat Hak Pendidikan Warga Binaan

Avatar photo
Kadisdik Sumenep Moh. Iksan saat berkunjung ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rutan Kelas IIB Sumenep (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Komitmen pemerintah daerah dalam memastikan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat kembali ditegaskan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep. Tidak hanya menyasar masyarakat umum, perhatian tersebut juga diberikan kepada warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan di rumah tahanan.

Langkah konkret itu ditunjukkan melalui peninjauan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Moh. Iksan, terhadap pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Paket B yang digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rutan Kelas IIB Sumenep. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa layanan pendidikan nonformal tetap berjalan optimal, meskipun dilaksanakan di lingkungan terbatas.

Kehadiran Iksan bukan sekadar formalitas. Ia turun langsung ke lokasi untuk memantau setiap tahapan ujian, mulai dari kesiapan ruang hingga proses pengerjaan soal oleh peserta. Didampingi oleh jajaran terkait serta Kepala Pelayanan Tahanan Teguh, ia menyempatkan diri meninjau ruang demi ruang sekaligus berdialog dengan warga binaan yang mengikuti ujian.

Baca Juga  Wagub Sulbar Siap Tinjau Lokasi Tambang Pasir, JATAM: Itu Bukan Kabar Baik

Dalam peninjauan tersebut, terlihat suasana ujian berlangsung tertib dan kondusif. Para peserta menunjukkan keseriusan tinggi dalam mengerjakan soal, mencerminkan bahwa kesempatan pendidikan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan dengan baik.

Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang gerak tidak menghalangi semangat untuk belajar.
Program TKA Paket B sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Rutan Kelas IIB Sumenep dengan Disdik setempat.

Sinergi ini dinilai penting karena pemenuhan hak pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar layanan yang diberikan benar-benar menyentuh seluruh kelompok masyarakat, termasuk mereka yang berada dalam sistem pemasyarakatan.

Selain aspek akademik, pelaksanaan ujian juga mendapat pengawalan ketat dari pihak rutan guna menjaga keamanan dan ketertiban. Pendampingan ini memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas lingkungan.

Baca Juga  Kominfo Sulbar Sukses Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber

Di tengah kondisi yang serba terbatas, justru muncul semangat belajar yang kuat dari para warga binaan. Mereka menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk memperbaiki masa depan, sekaligus membuka peluang baru setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara. Negara tidak boleh abai, termasuk terhadap warga binaan,” tegasnya (14/04).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan harus bersifat inklusif dan tidak diskriminatif. Disdik Sumenep memandang bahwa program Paket B bukan hanya soal pemenuhan administratif, melainkan bagian penting dari proses pembinaan yang berkelanjutan.

“Kami ingin pendidikan ini benar-benar berdampak. Warga binaan harus memiliki bekal, tidak hanya pengetahuan, tetapi juga kepercayaan diri saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdik Sumenep, Lisa Bertha Soetedjo, juga memberikan apresiasi atas tingginya partisipasi warga binaan dalam mengikuti ujian.

Baca Juga  Kru Kapal WN China Dilaporkan Terjatuh ke Laut di Perairan Pasangkayu

Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi indikator bahwa program pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam proses pembinaan.

“Semangat belajar mereka luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kesempatan pendidikan benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya memperluas akses pendidikan, termasuk di lingkungan yang memiliki keterbatasan seperti rumah tahanan. Baginya, tidak boleh ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan.

“Tidak boleh ada yang tertinggal. Pendidikan harus menjangkau semua, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan,” tegasnya.

Pelaksanaan TKA Paket B di SKB Rutan Kelas IIB Sumenep menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan mampu menjangkau berbagai batasan, baik sosial maupun fisik. Program ini tidak hanya memberikan kesempatan memperoleh ijazah setara, tetapi juga menjadi sarana membangun kembali rasa percaya diri dan harapan baru bagi para peserta. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *