MAJENE, MASALEMBO.ID – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Pemda Majene ikut turun tangan dalam pendampingan tim penilai adipura Kementerian Lingkungan Hidup. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh titik pantau penilaian kebersihan di wilayah Kabupaten Majene terekam dengan maksimal selama proses evaluasi lapangan berlangsung.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkimtan Majene, Nursalam, mengkonfirmasi hal itu pada Minggu (8/11/2026) pagi. Ia menegaskan bahwa jajarannya berupaya menyajikan kondisi riil penataan kawasan yang bersih dan tertata rapi.
“Sementara ini mendampingi tim penilai adipura dari kementrian lingkungan hidup dinda, semoga hasilnya maksimal,” kata Nursalam, Minggu (8/11) pagi.
Ia mengatakan, tim penilai adipura berada di Majene sejak Sabtu hingga Senin besok. Kehadiran tim independen dari pusat tersebut menjadi momen penting bagi jajaran Pemda Majene untuk membuktikan hasil kerja keras pembenahan lingkungan yang telah dilakukan secara konsisten.
“Semoga tim mendapat kepuasan dalam menilai segala aspek penilaiannya mulai, dari drainase, sampah terpilah, teba, kebersihan, kelompok peduli kebersihan, dan partisilasi masyarakat,” harap Nursalam.
Sebagai informasi, Piala Adipura merupakan penghargaan bergengsi dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang berhasil dalam kebersihan serta pengolahan lingkungan hidup. Penghargaan ini menjadi tolok ukur utama keberhasilan suatu daerah dalam mengelola tata ruang kota, pengolahan sampah dari sumbernya, keberadaan ruang terbuka hijau, hingga efektivitas sistem drainase perkotaan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Majene di bawah kepemimpinan Bupati Andi Achmad Syukri dan Wakil Bupati Andi Ritamariani Basharoe memang berambisi besar untuk meraih Piala Adipura. Ambisi ini bukan sekadar mengejar piala formalitas, melainkan wujud komitmen tinggi pimpinan daerah dalam menghadirkan kawasan hunian yang sehat, representatif, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Majene.
Demi mewujudkan target tersebut, geliat kebersihan telah digalakkan secara masif sejak tahun lalu. Gerakan lingkungan ini tidak berjalan sendirian, melainkan melibatkan seluruh lintas sektor, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga berbagai organisasi masyarakat dan komunitas peduli lingkungan.
Penanganan sampah diarahkan mulai dari skala rumah tangga dengan mengedepankan budaya pemilahan sampah organik dan anorganik.
Dinas Perkimtan Pemda Majene bersama OPD terkait terus bersinergi menjaga kebersihan drainase, merawat ruang terbuka hijau, serta membina kelompok-kelompok peduli kebersihan di tingkat lingkungan permukiman. Dengan kerja sama erat antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Pemda Majene optimistis penilaian Adipura tahun ini mampu membuahkan hasil manis dan membawa pulang piala kebanggaan tersebut. (har/red)













