MAJENE, MASALEMBO.ID — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene menetapkan target ambisius Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 senilai Rp 600 juta dari sektor pariwisata. Target signifikan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene melalui rapat kerja mitra legislatif.
Kepala Dinas Budpar Majene, Ahmad Jamaan, mengakui bahwa pihaknya harus bekerja ekstra keras guna merealisasikan target tersebut. Berbagai langkah inovatif pun disiapkan, salah satunya melalui gelaran Apel Siaga PAD Pendapatan 100%.
“Apel Siaga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola destinasi wisata sekaligus menggenjot pencapaian target retribusi sektor pariwisata,” ujar Ahmad Jamaan, Sabtu (7/11/2026).
Apel Siaga PAD Pendapatan 100% tersebut resmi diluncurkan pada Senin (2/11/2026) di kawasan obyek wisata Pantai Dato. Kegiatan ini dirangkaikan secara khusus dengan peluncuran Dato Dive Center (DDC), sebuah program inovasi kolaboratif yang digarap bersama Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Ahmad Jamaan berharap kehadiran DDC mampu menjadi magnet baru untuk mendulang kunjungan wisatawan ke Pantai Dato. Fasilitas ini menawarkan atraksi diving dan snorkeling yang menyasar kalangan pemuda, pelajar, dan mahasiswa yang ingin melakukan latihan selam (training dive).
Guna menunjang aktivitas wisata bahari tersebut, DDC menyediakan fasilitas penyewaan alat selam yang lengkap serta didukung oleh para pemandu profesional dan Dive Master berpengalaman dari Unsulbar.
Penguatan tata kelola ini dinilai sangat krusial mengingat beban target retribusi pariwisata tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Tahun ini 2026 kami punya target PAD retribusi sebesar Rp 600 juta. Kami berharap dengan apel siaga dan kehadiran program DDC ini akan memberi kontribusi signifikan, tidak hanya pada pencapaian target PAD ansich, tetapi lebih jauh sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas Majene sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang diperhitungkan di Sulawesi Barat,” tegas Ahmad Jamaan.
Melalui sinergi optimalisasi retribusi dan inovasi daya tarik wisata bahari, Disbudpar Majene optimis sektor pariwisata daerah tidak sekadar menjadi sumber pendapatan fiskal yang handal, melainkan juga katalisator utama pertumbuhan ekonomi kreatif di Sulawesi Barat. (har/red)














