MAJENE, MASALEMBO.ID – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Majene memastikan kesediaan data di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut telah terupdate baik aset maupun program. Kepastian ini menjadi angin segar bagi upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel di Kabupaten Majene.
Keterangan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kawasan Dinas Perkimtan Majene, Muhammad Fawsy, usai menghadiri pembukaan resmi Forum Satu Data Indonesia (SDI) 2026 pada Jumat (6/11/2026) yang bertempat di Kantor Bappeda Majene. Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani Basharoe.
Dalam arahannya saat membuka forum tersebut, Andi Ritamariani Basharoe menekankan bahwa kebijakan pembangunan daerah dewasa ini mutlak memerlukan fondasi informasi yang akurat, terintegrasi, andal, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, keberadaan Satu Data Indonesia merupakan kunci utama agar setiap program kerja pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling bersinergi lintas sektor demi menjawab persoalan riil di tengah masyarakat secara tepat sasaran.
Menyambut arahan tersebut, Muhammad Fawsy menegaskan bahwa seluruh data yang dikelola oleh Dinas Perkimtan kini telah melalui proses pemutakhiran menyeluruh guna menyelaraskan komitmen transparansi berbasis data digital tersebut.
“Intinya tadi ini forum menginginkan tematik berbasis data. Kalau perkim untuk progres 2024-2025 aman semua datanya, sudah terimput, memenuhi syarat,” ujar Fawsy saat memberikan keterangan pers usai acara.
Lebih lanjut, Fawsy menjelaskan bahwa pelaksanaan Forum SDI 2026 berfungsi sebagai instrumen krusial untuk melakukan konfirmasi, sinkronisasi, dan validasi data secara berkala, khususnya untuk mengevaluasi capaian kinerja dua tahun terakhir.
“Jadi untuk Perkim dua tahun terakhir semua sudah terupdate,” tambahnya.
Ia merinci bahwa cakupan data yang berhasil diperbarui mencakup berbagai aset penting serta realisasi program sarana fisik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Komponen tersebut seperti penanganan kawasan permukiman kumuh, pengadaan tanah untuk fasilitas umum, pembangunan perumahan rakyat, hingga penyediaan infrastruktur pendukung seperti jaringan lampu jalan di wilayah Kabupaten Majene.
Fawsy yakin, dengan rampungnya pemutakhiran data ini serta dukungan penuh dari pimpinan daerah, Dinas Perkimtan Majene optimistis pelaksanaan program pembangunan ke depan akan berjalan semakin efektif. Kehadiran data yang valid diharapkan mampu meminimalkan tumpang tindih kebijakan serta menjadi acuan utama dalam merumuskan program-program prioritas demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Majene secara berkelanjutan. (har/red)














