Sambut Tim Penilai Adipura Dinas Perkimtan Pantau Kesiapan Warga

Avatar photo
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkimtan Majene, Nursalam, saat meninjau tempat sampah terpilah di lingkungan Galung, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Jumat 6 Nopember 2026. (Foto: Perkimtan Majene/dok)

MAJENE, MASALEMBO.ID — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Majene mengambil langkah proaktif dalam menghadapi penilaian Anugerah Adipura Tahun 2026. Jajaran Dinas Perkimtan turun langsung ke lapangan untuk meninjau dan memastikan kesiapan masyarakat secara menyeluruh demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkimtan Majene, Nursalam, mengatakan pihaknya terjun langsung ke masyarakat guna melihat kesiapan warga menyambut tim penilai Adipura 2026. Peninjauan ini difokuskan pada pemenuhan berbagai fasilitas pendukung kebersihan di tingkat lingkungan permukiman warga.

“Tadi kegiatan survei kesiapan warga dalam melengkapi sarana dan prasarana penilaian kebersihan untuk adipura dinda,” kata Nursalam kepada awak media, Jumat (6/11/2026) usai mengunjungi warga Galung, Kecamatan Banggae Timur, Majene.

Baca Juga  Dinas ESDM Sulbar Pastikan Rencana Pascatambang PT KNN Akomodir Aspirasi Masyarakat

Langkah taktis yang dilakukan oleh jajaran Dinas Perkimtan ini sejalan dengan komitmen kuat yang sebelumnya telah dicanangkan oleh pimpinan tertinggi di daerah. Bupati Majene, Andi Achmad Syukri, secara terbuka menyampaikan ambisinya untuk menggaet piala Adipura 2026. Namun, bupati yang akrab dengan akronim AST tersebut menegaskan bahwa trofi penghargaan bukanlah satu-satunya tujuan utama. Lebih dari itu, kebersihan dan keindahan kota adalah hal yang sangat urgen demi menjaga kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Semangat kolektif ini terus digelorakan oleh pemerintah daerah agar terbangun kesadaran di setiap lini sektor pemerintahan maupun masyarakat luas.

“Adipura bukan sekadar piala, tapi cerminan budaya bersih masyarakat kita. Saya minta semua OPD, camat, lurah, dan desa bergerak. Majene sebagai Bumi Assamalewuang harus bersih, indah, dan nyaman,” tegas Bupati AST saat pertemuan dengan Tim Pusdaklok di ruang pola kantor Bupati Majene, Senin (6/10/2026).

Baca Juga  Pjs Bupati Majene Serahkan Bantuan Logistik ke BPBD untuk Kesiapsiagaan Bencana

Menindaklanjuti arahan tersebut, dalam kegiatan peninjauan di lapangan, Nursalam menjelaskan bahwa timnya tidak hanya melihat aspek kebersihan secara umum, tetapi juga memeriksa ketersediaan sarana pengelolaan sampah mandiri guna memastikan indikator penilaian terpenuhi dengan baik di tingkat tapak.

Nursalam mengungkap, pihak Perkimtan meninjau langsung tempat komposter, tempat sampah terpilah, dan kebersihan lingkungan. Keberadaan fasilitas pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi salah satu poin krusial dalam penilaian Adipura tahun ini, sehingga edukasi dan pengecekan langsung kepada warga sangat diperlukan.
Pemantauan ini dilakukan secara seksama di beberapa titik strategis yang mewakili kawasan permukiman padat penduduk serta fasilitas publik di wilayah tersebut.

Baca Juga  Kerjasama IGI Majene, Mafindo Sulbar Gelar Kelas Kecerdasan Artifisial

“Ada sekitar empat titik kita kunjungi, depan rumah warga, gedung SD dan masjid,” ujar Nursalam.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi di sekitar rumah warga, sekolah dasar, dan tempat ibadah bertujuan untuk memastikan bahwa budaya kebersihan telah diterapkan di berbagai sektor kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui persiapan yang matang dan sinergi seluruh pihak, Pemkab Majene optimis target kebersihan kota dapat tercapai sekaligus membawa pulang predikat Adipura 2026. (har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *