POLEWALI, MASALEMBO.ID — Insiden pembacokan berdarah menimpa seorang notaris muda bernama Septian Sani Dwi Putra Husain (36) di Lingkungan Ujung Baru, Kecamatan Wonomulyo, Jumat sore (14/11). Korban tewas seketika diduga akibat cekcok lama soal pembakaran sampah rumah tangga yang memicu konflik antara korban dan tetangganya, pelaku AH (45).
Kasus ini membuat geger warga setempat. Menurut keterangan Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, kejadian berawal dari kunjungan korban ke rumah pelaku untuk meredakan ketegangan akibat asap pembakaran sampah yang dianggap mengganggu lingkungan. Namun, perselisihan yang sudah terpendam selama sebulan itu justru kembali mencuat menjadi pertengkaran hebat.
“Motifnya masih kita dalami, tapi berdasarkan informasi sebulan lalu korban dan pelaku sempat terlibat cekcok. Pelaku menegur korban soal pembakaran sampah yang dinilai mengganggu, dan ketegangan yang tidak terselesaikan memicu peristiwa ini,” jelas AKP Sandy.
Saat pertikaian memanas, pelaku mengambil parang yang kemudian dipakai membacok korban. Tak hanya itu pelaku juga dibantu anaknya dengan membawa celurit membuat korban mengalami sejumlah luka hingga bersimbah darah. Warga sempat membawa korban ke Rumah Sakit Pratama Wonomulyo, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat menerima perawatan.
Polisi yang mendapat laporan cepat melakukan olah TKP dan mengamankan pelaku bersama dua senjata tajam sebagai alat bukti. Pelaku digelandang ke Polsek Wonomulyo dan kini ditahan di Mapolres Polewali Mandar. Penyidik dari Polres Polman juga masih melanjutkan penyelidikan untuk mendalani motif dan kemungkinan ada faktor lain yang menyertai kejadian.
“Aparat kami sudah mengamankan pelaku dan barang bukti. Penyidikan lanjutan sedang dilakukan untuk menuntaskan perkara ini,” ujar Kapolres Polman AKBP Anjar Purwoko.
Kejadian ini menjadi gambaran serius bagaimana konflik kecil jika tidak dikelola dengan baik dapat berujung tragedi fatal. Warga mengingatkan pentingnya komunikasi dan penyelesaian damai untuk menghindari keretakan yang berbahaya antar tetangga.
Pihak kepolisian juga terus mengimbau masyarakat untuk tidak mengedepankan kekerasan dan menyelesaikan setiap permasalahan dengan musyawarah. Kasus ini masih dalam proses penyidikan, dan perkembangan terbaru akan terus diinformasikan kepada publik. (Ant/har)












