MAJENE, MASALEMBO.ID – Upaya pencegahan kekerasan berbasis gender terus diperkuat melalui pertemuan lintas sektor yang digelar di Aula Kantor Bupati Majene, Rabu 17 Juni 2026.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Lembaga Kartini Manakarra bekerja sama dengan PLAN dan Institut Kapal Perempuan, serta menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, lembaga masyarakat sipil dan lintas sektor yang membidangi perempuan dan anak.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani Basharoe bersama perwakilan organisasi perangkat daerah, aparat penegak hukum, lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak, organisasi masyarakat sipil, serta sejumlah lembaga terkait lainnya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kristy Praptiwi selaku Project Manager PLAN.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam memperkuat kolaborasi antar sektor untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan berbasis gender. Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendamping.
“Kekerasan berbasis gender merupakan persoalan serius yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Karena itu, diperlukan komitmen bersama dan langkah-langkah nyata dari seluruh pihak untuk memastikan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Kartini Manakarra Dian Daniati menjelaskan bahwa pertemuan lintas sektor ini bertujuan membangun kesepahaman, memperkuat koordinasi, serta menyusun strategi bersama dalam upaya pencegahan kekerasan berbasis gender di Kabupaten Majene.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penanganan kasus serta penguatan sistem perlindungan bagi korban.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di kabupaten Majene,” ucap Dian.
Ia juga berharap kedepannya semua lembaga terus berkolaborasi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari rendahnya pelaporan kasus, keterbatasan akses layanan bagi korban, hingga pentingnya edukasi masyarakat terkait kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak perempuan serta anak.
Melalui pertemuan ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat komitmen dan kerja sama lintas sektor dalam menciptakan mekanisme pencegahan yang lebih efektif, sekaligus memperluas akses layanan yang responsif terhadap kebutuhan korban kekerasan berbasis gender.
Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Majene yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan berbasis gender. (rah/har)












