Baznas Sumenep Turun Tangan Bangun Rumah Warga Terdampak Bencana Angin Puting Beliung

Avatar photo
Terlihat Ketua Baznas Sumenep Ahmad Rahman mengecek langsung rumah warga terdampak (Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Empat hari setelah angin puting beliung menghantam Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, pada Minggu sore, 1 Februari 2026, suasana duka dan kerusakan masih menyelimuti wilayah tersebut. Puing-puing sisa bencana terlihat jelas di hampir setiap sudut desa. Atap rumah yang terlepas, dinding roboh, serta pepohonan besar yang tumbang menjadi penanda kuat kedahsyatan angin yang datang.

Bagi warga Karduluk, bencana itu bukan sekadar peristiwa alam, melainkan pukulan keras terhadap rasa aman dan keberlangsungan hidup mereka. Banyak keluarga terpaksa bertahan di rumah kerabat atau bangunan seadanya karena tempat tinggal mereka tak lagi layak huni. Di tengah kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep turun tangan untuk melakukan pemulihan dan perbaikan rumah penduduk.

Baznas Sumenep memulai penyaluran bantuan perbaikan rumah bagi warga yang mengalami kerusakan berat. Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman mengatakan, fokus utama diarahkan pada pembangunan kembali hunian sebagai kebutuhan paling mendesak, sekaligus fondasi awal untuk memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi warga pascabencana.

Baca Juga  Tahun 2026, Pemprov Sulbar Alokasikan 266 Rumah untuk Masyarakat Miskin Ekstrem

“Hari ini kami memulai penyaluran bantuan perbaikan rumah untuk warga yang terdampak paling parah. Fokus kami adalah rumah dengan kategori rusak berat agar segera bisa dihuni kembali,” katanya (04/02) malam.

Rahman menjelaskan, Baznas tidak ingin gegabah dalam menyalurkan bantuan. Setiap langkah dilakukan dengan mengacu pada data yang telah diverifikasi secara menyeluruh oleh tim gabungan lintas instansi. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Sehari setelah bencana terjadi, tim gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Perhubungan langsung diterjunkan ke lokasi terdampak. Mereka melakukan pendataan detail terhadap tingkat kerusakan rumah warga, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

“Kami menunggu hasil taksasi yang objektif. Dari pendataan itu, ada tujuh rumah yang dinyatakan rusak berat dan membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.

Baca Juga  Antisipasi Dinamika Cuaca, BPBD Sulbar Pastikan Alarm Bencana Siap Bunyi, Seperti Apa?

Berdasarkan hasil taksasi tersebut, Baznas Sumenep pada tahap awal menyalurkan bantuan perbaikan untuk lima rumah warga di Desa Karduluk. Sementara dua rumah lainnya masih menunggu penyelesaian proses administrasi serta kesiapan teknis di lapangan sebelum bantuan disalurkan.

“Penyaluran kami lakukan bertahap. Prinsipnya bukan sekadar cepat, tetapi tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa bantuan perbaikan rumah tidak boleh dipahami semata sebagai respons darurat. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memulihkan martabat dan rasa aman warga yang sempat tercerabut akibat bencana. Rumah, menurutnya, adalah elemen paling mendasar dalam kehidupan keluarga, tempat bernaung sekaligus ruang untuk kembali menata harapan.

“Yang paling penting bagi korban bencana adalah bisa kembali tinggal dengan aman dan layak. Itulah yang sedang kami upayakan bersama,” terangnya.

Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan dan proses pembangunan kembali rumah warga, Baznas Kabupaten Sumenep mendapat pendampingan dari berbagai pihak. BPBD Sumenep, Polres Sumenep, Kodim 0827/Sumenep, Camat Pragaan, hingga pemerintah desa setempat turut terlibat aktif. Sinergi lintas lembaga ini dinilai penting untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib, transparan, dan terkoordinasi dengan baik.

Baca Juga  Tim Terpadu Pemprov Sulbar Tinjau Dugaan Pencemaran Limbah Perusahaan Sawit di Baras Pasangkayu

Bencana angin puting beliung di Desa Karduluk sendiri tercatat menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga, merobohkan banyak pepohonan, serta mengganggu sejumlah fasilitas umum. Hingga kini, proses pembersihan puing-puing dan pemulihan lingkungan masih terus berlangsung dengan melibatkan aparat, relawan, dan masyarakat setempat.

Di tengah keterbatasan yang ada, kehadiran Baznas Sumenep menjadi salah satu penopang harapan warga untuk bangkit kembali. Lembaga tersebut menegaskan komitmennya untuk tidak meninggalkan masyarakat terdampak begitu fase darurat berakhir.

“Baznas Sumenep memastikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam tahap pemulihan hingga warga benar-benar bangkit dari dampak musibah,” pungkasnya. (Red/KH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *