MAJENE, MASALEMBO.ID – Unit Propam Polres Majene menggelar tes urine mendadak terhadap puluhan personel di halaman Polres Majene, Rabu (17/12/2025). Langkah ini diambil tepat setelah apel pagi guna memastikan integritas personel di tengah isu keterlibatan oknum anggota dalam jaringan narkotika.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Majene, Kompol Agussalim Arsyad, didampingi Kasat Res Narkoba, Iptu Japaruddin, dengan pengawasan ketat dari Unit Propam.
Wakapolres Majene menegaskan bahwa tes urine yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya ini merupakan bentuk pengawasan internal yang serius. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel bebas dari pengaruh zat terlarang.
“Polri adalah garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Kami harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan menjaga diri dari segala bentuk pelanggaran hukum,” ujar Kompol Agussalim Arsyad.
Proses pengambilan sampel dilakukan dengan pengawalan melekat oleh Unit Propam di dalam toilet untuk menghindari upaya manipulasi atau penukaran sampel urine oleh personel. Berdasarkan hasil pemeriksaan cepat di lokasi, tidak ditemukan adanya personel yang terindikasi positif mengonsumsi narkotika.
Bayang-bayang Kasus Aipda AK
Meskipun hasil tes hari ini semuanya negatif, kegiatan ini dilaksanakan di tengah sorotan publik terhadap Polres Majene. Baru-baru ini, seorang oknum anggota Polsek di jajaran Polres Majene berinisial Aipda AK ditangkap oleh BNN Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Aipda AK diduga kuat berperan sebagai pemasok atau bandar sabu bagi seorang nelayan berinisial HM di Kecamatan Malunda. Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNN Sulbar, Kombes Pol Wadi Sa’hbani.
“Oknum tersebut ditangkap setelah pengembangan dari tersangka HM yang diringkus pada 18 November lalu dengan barang bukti 5 saset sabu. HM mengaku mendapatkan barang tersebut dari Aipda AK,” jelas Kombes Pol Wadi, Selasa (16/12/2025).
Aipda AK sempat dikabarkan berada di luar kota saat akan diringkus, namun akhirnya menyerahkan diri ke kantor BNN Sulbar didampingi istrinya pada 19 November dan kini telah resmi ditahan.
Pengawasan Berkala
Kasat Res Narkoba Polres Majene, Iptu Japaruddin, menambahkan bahwa kegiatan tes urine ini bukan yang terakhir. Pihaknya berkomitmen melakukan pembersihan internal secara berkala maupun insidentil.
“Ini adalah bagian dari mendukung program nasional pemberantasan narkoba. Kami tidak akan memberikan ruang bagi penyalahgunaan narkoba di dalam institusi,” tegas Japaruddin. (har/red)












