POLEWALI, MASALEMBO.ID – Berbagai upaya dilakukan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau panjang. Seperti yang dilakukan oleh warga Dusun Lemo Baru, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan di tengah musim kemarau yang masih melanda wilayah tersebut pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Babul Irsyad ini dipimpin oleh sang imam masjid, M. Yusuf.
Para jemaah terlihat khusyuk menjalankan setiap rangkaian Shalat Istisqa. Usai menunaikan shalat, jemaah melanjutkan kegiatan dengan melantunkan doa dan dzikir seraya bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan di daerah mereka.
Imam Masjid Babul Irsyad, M. Yusuf, menegaskan bahwa kegiatan ibadah bersama ini merupakan sebuah bentuk ikhtiar dan berserah diri kepada Sang Pencipta di tengah cobaan kemarau.
“Persoalan dikabulkan atau tidak itu kehendak Allah. Semoga doa kami dikabulkan,” harapnya usai memimpin doa.
Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, belakangan ini telah membuat area persawahan milik petani mengalami kekeringan drastis. Akibat kondisi tersebut, para petani setempat kini terancam mengalami gagal panen dan berpotensi menderita kerugian hingga jutaan rupiah.
Sementara, analis data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tampa Padang Mamuju mencatat, untuk potensi kemarau di wilayah Polewali Mandar diprakirakan berlangsung antara 7-9 hingga 10-12 dasarian. Sedangkan musim kemarau sudah berlangsung sejak bulan Juni dasarian 2-3 kemarin. Kondisi ini memungkinkan terjadinya kemarau panjang hingga Oktober mendatang.
“Ya, bisa bertahan hingga bulan Oktober,” kata Adristi Wahyuning, Prakirawan BMKG Tampa Padang. (har/red)













