SUMENEP, MASALEMBO.ID – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah harus dimaknai sebagai titik penting bagi masyarakat Kabupaten Sumenep untuk melakukan refleksi sakligus introspeksi untuk memperkuat tekad dalam menata masa depan yang lebih baik.
Nilai-nilai hijrah yang sarat makna perubahan untuk perbaikan harus menjadi pijakan dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menilai bahwa pergantian tahun Hijriah bukan hanya sekadar peristiwa historis bagi umat Islam semata.
Tapi harus menjadi ilham bagi masyarakat, terutama generasi muda di Kabupaten Sumenep, untuk menjadikan semangat hijrah sebagai dorongan nyata dalam meningkatkan kualitas diri.
Menurutnya, makna hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW memiliki relevansi kuat dalam kehidupan modern. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir dan sikap dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.
“Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi perpindahan cara berpikir, cara bertindak, dan cara memandang masa depan. Inilah semangat yang harus hidup dalam diri generasi muda Sumenep hari ini,” katanya (17/06).
Ia menegaskan, di tengah derasnya perkembangan teknologi dan kompetisi global, Pemerintah Kabupaten Sumenep menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting dalam mewujudkan kemajuan daerah yang berkelanjutan.
Bupati Fauzi meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari aspek fisik, seperti pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, kualitas manusia yang unggul menjadi faktor kunci dalam menentukan arah kemajuan suatu daerah.
Berbagai program strategis pun terus digencarkan oleh pemerintah daerah, mulai dari sektor pendidikan, pemberdayaan pemuda, hingga penguatan karakter dan peningkatan keterampilan. Langkah ini bertujuan mencetak generasi muda yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan daerahnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan. Menurutnya, pemuda Sumenep harus mampu mengambil posisi strategis dalam pembangunan, bukan sekadar menjadi pengamat.
Dengan potensi yang dimiliki, generasi muda diharapkan dapat menghadirkan inovasi serta solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Anak muda harus berani bermimpi besar, berani belajar lebih keras, dan berani mengambil peran dalam setiap proses pembangunan. Masa depan Sumenep berada di tangan mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa esensi pembangunan sejati terletak pada kualitas manusia yang dihasilkan. Nilai-nilai moral, etika, serta kepedulian sosial harus menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembangunan itu sendiri.
“Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu menciptakan manusia-manusia yang berkualitas, beretika, dan memiliki komitmen untuk memberikan manfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati Fauzi juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Kabupaten Sumenep. Ia menilai bahwa perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan.
Nilai gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan yang tercermin dalam peristiwa hijrah Rasulullah SAW dinilai sangat relevan untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.
Dengan persatuan yang kokoh, masyarakat diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memisahkan. Dengan persatuan, kebersamaan, dan gotong royong, kita akan mampu membawa Sumenep menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat,” tambahnya.
Bupati Fauzi berharap momentum Tahun Baru Islam ini dapat menjadi awal kebangkitan semangat baru bagi seluruh masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas diri serta berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Semangat hijrah, menurutnya, harus diwujudkan dalam langkah nyata melalui kerja keras, inovasi, serta kepedulian sosial yang tinggi. Dengan demikian, Sumenep diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri masyarakat.
“Tahun Baru Islam 1448 Hijriah bukan hanya tentang pergantian waktu, tetapi tentang keberanian untuk berubah, tumbuh, dan melangkah lebih jauh demi masa depan Sumenep yang lebih gemilang,” pungkasnya. (Red/TH)












