POLMAN.MASALEMBO.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu sore, menyebabkan Sungai Binuang meluap dan merendam permukiman warga serta ruas jalan lintas provinsi.
Banjir dengan air berwarna kecokelatan itu menggenangi sejumlah titik di Kecamatan Binuang.
Salah satu lokasi terparah berada di jalan masuk menuju SMP Negeri 1 Binuang, dengan ketinggian air mencapai perut orang dewasa.
Selain merendam puluhan rumah warga di bantaran sungai, banjir juga menyebabkan arus lalu lintas di jalur trans Sulawesi sempat lumpuh.
Sejumlah pengendara terpaksa menghentikan kendaraan dan berjalan perlahan akibat derasnya arus banjir yang melintasi badan jalan.
Beberapa sepeda motor dilaporkan mogok saat mencoba menerobos genangan air.
Warga setempat pun turun membantu pengendara agar tidak terjatuh maupun terseret arus banjir.
Sementara itu, sejumlah kendaraan roda empat berukuran kecil memilih tidak melanjutkan perjalanan dan menunggu air surut demi menghindari risiko kendaraan mogok ataupun hanyut terbawa arus.
Salah seorang pengendara asal luar daerah, Sahabuddin, mengaku memilih menghentikan perjalanan karena kondisi banjir dinilai cukup berbahaya.
“Airnya cukup deras dan tinggi, jadi saya memilih menunggu dulu sampai agak surut. Takut mobil mogok atau terbawa arus karena kondisi jalan tidak kelihatan,” ujarnya.
Banjir juga merendam satu bangunan sekolah serta sejumlah akses menuju perkampungan warga. Beberapa warga bahkan harus berjalan kaki menembus banjir untuk masuk ke permukiman mereka.
Mansur, warga terdampak, mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai selama beberapa jam sehingga debit air meningkat dengan cepat.
“Air naik sangat cepat masuk ke rumah warga. Barang-barang di dalam rumah banyak yang tidak sempat diamankan karena banjir datang tiba-tiba,” kata Mansur.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Binuang diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Pasalnya, cuaca buruk dan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Polewali Mandar dan sekitarnya.(*)












