POLEWALI, MASALEMBO.ID – Kabar baik datang dari lokasi pasca bencana tanah longsor di Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Setelah sempat lumpuh total, jaringan listrik PLN yang menyuplai wilayah terdampak kini dipastikan telah menyala kembali 100 persen.
Sebelumnya, bencana tanah longsor besar menerjang wilayah Desa Rangoan, Desa Katimbang, dan Kelurahan Matangnga pada Jumat sore, 15 Mei 2026.
Bencana tersebut mengakibatkan sembilan rumah warga rusak parah, serta menghancurkan lahan pertanian dan sejumlah fasilitas umum.
Sektor kelistrikan pun lumpuh total akibat banyaknya tiang listrik roboh dan trafo yang rusak tertimbun material longsor.
Perjuangan para petugas PLN di lapangan pun tidaklah mudah. Akses jalan yang tertutup total oleh material lumpur dan batu sempat menjadi penghalang besar pada awal proses evakuasi dan perbaikan.
“Hari pertama tim kami menurunkan petugas untuk mengecek kondisi jaringan listrik. Namun hari pertama itu terkendala, akibat jalur belum dapat dilalui kendaraan karena masih tertimbun material longsor,” ungkap Manager PLN Wonomulyo, Fahmi.
Fahmi menjelaskan, demi keselamatan dan efektivitas kerja, pihaknya terpaksa menunggu pergerakan alat berat terlebih dahulu untuk membuka dan membersihkan jalan dari material longsor.
Begitu akses darat mulai terbuka, tim PLN langsung bergerak cepat melakukan penetrasi ke titik-titik kerusakan. Petugas bekerja maraton mendirikan kembali tiang-tiang yang roboh dan memperbaiki kabel jaringan yang terputus.
Berkat kerja keras dan gotong royong di lapangan, kini gelap gulita yang sempat menyelimuti warga Matangnga pasca bencana telah sirna. Seluruh jaringan listrik di wilayah Desa Rangoan, Katimbang, dan Kelurahan Matangnga dipastikan sudah normal kembali, membawa secercah harapan baru bagi warga untuk mulai bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. (ant/har)












