POLMAN.MASALEMBO.ID – Ketua Perkumpulan Media Sulawesi Barat (PENA Sulbar), Huzair Zainal, menyatakan sikap tegas dengan mengecam keras tindakan penangkapan terhadap sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza melalui jalur perairan internasional.
Dalam rombongan kemanusiaan tersebut, terdapat empat jurnalis Indonesia yang turut serta, di antaranya jurnalis Republika, Tempo TV, serta mantan jurnalis iNews Media Group, Rahendro Herubowo.
Mereka diketahui bergabung bersama Global Sumud Flotilla dalam misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan dan menyuarakan solidaritas bagi warga Gaza. Namun di tengah perjalanan, rombongan tersebut dikabarkan mengalami tindakan penangkapan paksa oleh pasukan angkatan laut Israel.
Huzair Zainal menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan pers, serta hak-hak sipil warga negara yang sedang menjalankan misi damai.
“Kami mengutuk keras tindakan penangkapan terhadap para relawan dan jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan misi kemanusiaan. Ini bukan hanya persoalan kemanusiaan, tetapi juga menyangkut kebebasan pers dan perlindungan warga sipil,” tegas Huzair dalam keterangannya.
PENA Sulbar juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik serta upaya konkret guna memastikan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI yang berada dalam rombongan tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini kondisi dan keberadaan para jurnalis Indonesia tersebut belum diketahui secara pasti, sehingga diperlukan perhatian serius dari pemerintah pusat.
“Solidaritas dan doa kami menyertai para jurnalis dan relawan kemanusiaan yang sedang menghadapi situasi ini. Kami berharap mereka segera dibebaskan dan dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutupnya.(*)













