Pemkab Sumenep Dorong Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Avatar photo
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini terintegrasi dengan momentum ulang tahun dan kegiatan sekolah. Program ini digagas sebagai strategi penting menuju visi Indonesia Emas 2045, dengan menitikberatkan pada deteksi dini penyakit, pencegahan komplikasi, dan peningkatan kualitas hidup warga.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa kebiasaan memeriksakan kesehatan secara rutin merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi diri sendiri maupun keluarga. Sebab kesehatan merupakan elemen penting dalam kehidupan, terutama pencegahan dan deteksi dini.

“Semakin cepat kita mengetahui kondisi kesehatan, semakin besar peluang untuk mencegah berkembangnya penyakit dan mengurangi risiko kecacatan maupun kematian,” tegasnya (13/08).

Baca Juga  Guna Cetak Wira Usaha Muda, UNIBA Luncurkan Program ICP

Agar program ini berjalan optimal, Pemkab Sumenep menginstruksikan perangkat daerah, camat, kepala desa, dan Tim Penggerak PKK untuk terlibat aktif. Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non-ASN diwajibkan mengikuti CKG minimal sekali setahun.

Lembaga pendidikan seperti sekolah, madrasah, dan pesantren diharapkan menyiapkan data siswa, tempat pemeriksaan, serta melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat. Sementara itu, orang tua didorong untuk mengaktifkan kepesertaan JKN dan memanfaatkan aplikasi Satu Sehat Mobile sebagai sarana pencatatan data kesehatan anak.

Baca Juga  Industri Rokok Lokal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Petani Tembakau Pasongsongan

Tiga instansi utama yaitu Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan Dinas Kesehatan berkolaborasi dalam penyelarasan program dan penyebaran informasi. Puskesmas berperan memberikan layanan pemeriksaan, menindaklanjuti hasil, dan melaporkan data ke Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN).

Bupati Achmad Fauzi menegaskan bahwa CKG bukan hanya fasilitas gratis, melainkan pondasi kesehatan masyarakat untuk masa depan. Ia menyampaikan program ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap warga negara, mendapatkan gak atas akses pelayanan kesehatan.

“Sehat adalah modal utama membangun masa depan. Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berinvestasi demi Sumenep sehat dan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Baca Juga  Maxxi Melakukan Pelatihan Transplanter Kepada Petani di Arjasa dan Kangayan

Untuk diketahui terdapat tiga kategori layanan yaitu pertama CKG Ulang Tahun yang ditujukan bagi bayi dan anak usia hingga enam tahun, serta warga dewasa berusia 18 tahun ke atas. Layanan ini dilaksanakan setiap bulan Maret.

Kedua CKG Sekolah menyasar siswa berusia 7–17 tahun, dilakukan setiap awal tahun ajaran baru pada bulan Juli. Ketiga CKG Khusus Fokus pada ibu hamil, bayi, dan anak usia dini sesuai standar pelayanan kesehatan ibu dan anak. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *