MAJENE, MASALEMBO.ID – Pangan lokal memiliki varian yang beragam sebagai bahan makanan dalam pengolahan dengan cita rasa yang merupakan solusi alternatif dan efektif menurunkan stunting.
Pengelolaan pangan lokal dengan berbagai bentuk sebagai makanan yang sangat populer, terutama di kalangan anak-anak, balita dan ibu hamil. Seperti olahan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Palipi Soreng Kecamatan Banggae.
Pengelolaan pangan lokal dari TP-PKK Desa Palipi Soreng ini, memang patut diacungi jempol, karena meraih juara pertama pada festival lomba Dapur Sehat (Dashat) tingkat Kabupaten Majene Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene, Sabtu (17/05/2025).
Pangan lokal Desa Palipi Soreng berbahan ikan Ambu diolah menjadi puding, sementara singkong dan ubi diolah menjadi kue brownis. “Pangan lokal non beras yang kami olah ini sebagai inovasi kuliner lokal dan merupakan alternatif untuk menangani stunting di Desa Palipi Soreng,” urai Maslin A. Najib Ketua TP-PKK Desa Palipi Soreng.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene menggelar lomba Dashat di ikuti 62 desa dan 20 kelurahan se-Kabupaten Majene. Para peserta mengolah pangan lokal unggulan di wilayahnya untuk dinilai pada lomba Dashat, dan panitia mengumumkan juara pertama diraih TP-PKK Desa Palipi Soreng.
“Kegiatan lomba kali ini punya tantangan tersendiri karena kita harus menggunakan pangan lokal yang ada di desa dan non beras, tentunya Desa Palipi Soreang yang didominasi masyarakat nelayan penghasil ikan Ambu menjadi bahan utama yang di jadikan puding,” terangnya.
Dijelaskan, ikan Ambu hidup didasar laut dengan kedalaman 150 meter dibawah permukaan laut dan banyak mengandung protein. “Begitu juga dengan singkong dan ubi kayu yang diolah menjadi kue brownies sebagai salah satu cemilan favorit bagi ibu hamil karena banyak mengandung kalium,” jelasnya.
Kegiatan festival dibuka Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri, dihadiri Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani Basharoe, Pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh adat serta para undangan lainnya.
Andi Syukri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta festival Dahsat. “Penanganan stunting tentu tidak dapat dilakukan tanpa peran aktif seluruh elemen masyarakat. Dan festival Dahsat merupakan awal komitmen bersama untuk menciptakan generasi Majene yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Bupati Majene dua periode itu.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani Basharoe juga menyampaikan, kolaborasi lintas sektor dan inovasi dalam mengatasi tantangan stunting sangat penting. “Festival Dahsat bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memanfaatkan potensi pangan lokal guna meningkatkan gizi masyarakat,” paparnya. (ahn)












