Validasi Data PBI-JK: Dinsos dan BPS Mateng Bersinergi Lakukan Verifikasi

Avatar photo

MATENG, MASALEMBO.ID — Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah memperkuat sinergi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dalam upaya meningkatkan akurasi data kemiskinan dan jaminan kesehatan. Hal ini ditandai dengan kehadiran Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah, Hj Nirwanasari Aras T, SE., MM dalam pembukaan Pelatihan Petugas Ground Check Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) BPJS Pusat Tahap II. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Teknis BPS Kabupaten Mamuju Tengah pada Rabu (11/3/2026).

Baca Juga  Ramadan Segera Tiba, Pemerintah Atur Skema Belajar Fokus Karakter dan Penguatan Iman

Kegiatan ini merupakan bentuk penguatan koordinasi serta dukungan nyata terhadap pelaksanaan verifikasi lapangan data PBI-JK BPJS Pusat. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa data warga yang menanggung iuran jaminan kesehatan dari pemerintah benar-benar akurat, valid, dan tepat sasaran. Melalui pelatihan ini, para petugas dibekali kemampuan teknis untuk melakukan pengecekan mendalam sehingga tidak ada warga yang berhak namun terlewatkan dalam pendataan.

Baca Juga  Bupati Fauzi Minta Warga Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

Pelaksanaan ground check atau verifikasi lapangan nantinya akan dilakukan secara kolaboratif oleh petugas dari BPS bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Urgensi dari kegiatan ini semakin terlihat dengan adanya laporan mengenai 5.824 kepala keluarga (KK) yang saat ini berstatus nonaktif pada kepesertaan PBI-JK BPJS Pusat. Oleh karena itu, diperlukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi riil dari ribuan data tersebut agar status kepesertaannya dapat ditindaklanjuti dengan tepat.
Melalui sinergi yang erat antara Pemerintah Daerah, BPS, dan Pendamping PKH, diharapkan seluruh proses verifikasi di lapangan dapat berjalan optimal.

Baca Juga  Bahtiar: Kekuatan Besar NU Mampu Gerakkan Rakyat untuk Bangun Sulbar Tanpa APBN-APBD

Upaya bersama ini merupakan langkah konkret Kabupaten Mamuju Tengah dalam meningkatkan kualitas data kesejahteraan sosial, yang pada akhirnya akan menjadi landasan bagi kebijakan perlindungan kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan. (Rls/Irs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *