POLEWALI, MASALEMBO.ID — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud dan Andi Nursami Masdar, sorotan tajam datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Polman.
Sekretaris DPC GMNI Polman, Suaib, memberikan refleksi kritis terkait realisasi janji kampanye pasangan dengan akronim ASSAMI tersebut yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh akar rumput.
“Kami melihat masih banyak janji yang belum sepenuhnya terwujud secara nyata. Jangan sampai perubahan hanya menjadi narasi politik tanpa dampak signifikan bagi masyarakat,” sebutnya.
Suaib menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur yang dianggap belum adil, terutama di wilayah pedesaan yang masih berkutat dengan akses jalan rusak.
“Pemerataan pembangunan adalah amanah. Jika hanya terpusat di titik-titik tertentu, maka ketimpangan akan terus terjadi,” tegasnya.
Tak hanya soal fisik, sektor kesehatan dan birokrasi pun tak luput dari evaluasi. GMNI menilai masyarakat masih terjebak dalam antrean panjang dan keterbatasan fasilitas medis. Menurutnya, perombakan posisi di pemerintahan tidak akan berarti jika sistemnya tidak dibenahi secara total.
“Reformasi birokrasi tidak cukup hanya dengan mengganti orang atau merotasi jabatan. Yang dibutuhkan adalah perubahan sistem dan mentalitas pelayanan,” lanjutnya.
Terkait upaya penguatan ekonomi bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM, GMNI meminta pemerintah daerah tidak hanya sekadar memberikan bantuan simbolis tanpa adanya pengawasan.
“Bantuan tanpa pendampingan berkelanjutan hanya akan menjadi program simbolik. Rakyat butuh keberpihakan yang konkret dan berjangka panjang,” tuturnya.
Terakhir, Suaib menekankan bahwa transparansi anggaran dan keterbukaan informasi adalah kunci pemerintahan yang sehat. Ia memastikan GMNI akan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawasi setiap kebijakan strategis di Polman.
“Kami tidak sedang menjatuhkan, tetapi mengingatkan. Mandat rakyat adalah kontrak politik. Jika ada janji yang belum ditepati, maka itu wajib dikawal dan ditagih,” harapnya. (adi/haR)













