Setahun Menjabat, GMNI Tagih Janji Manis ASSAMI: Rakyat Butuh Aksi, Bukan Sekadar Narasi!

Avatar photo

POLEWALI, MASALEMBO.ID — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud dan Andi Nursami Masdar, sorotan tajam datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Polman.

Sekretaris DPC GMNI Polman, Suaib, memberikan refleksi kritis terkait realisasi janji kampanye pasangan dengan akronim ASSAMI tersebut yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh akar rumput.

“Kami melihat masih banyak janji yang belum sepenuhnya terwujud secara nyata. Jangan sampai perubahan hanya menjadi narasi politik tanpa dampak signifikan bagi masyarakat,” sebutnya.

Baca Juga  Dua Dekade Lebih Bumi Kondosapata: Visi ‘Mamasa Mamase’ Menggema di HUT ke-24

Suaib menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur yang dianggap belum adil, terutama di wilayah pedesaan yang masih berkutat dengan akses jalan rusak.

“Pemerataan pembangunan adalah amanah. Jika hanya terpusat di titik-titik tertentu, maka ketimpangan akan terus terjadi,” tegasnya.

Tak hanya soal fisik, sektor kesehatan dan birokrasi pun tak luput dari evaluasi. GMNI menilai masyarakat masih terjebak dalam antrean panjang dan keterbatasan fasilitas medis. Menurutnya, perombakan posisi di pemerintahan tidak akan berarti jika sistemnya tidak dibenahi secara total.

Baca Juga  Badan Kehormatan DPRD Polman Bakal Paripurnakan Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Anggota Dewan

“Reformasi birokrasi tidak cukup hanya dengan mengganti orang atau merotasi jabatan. Yang dibutuhkan adalah perubahan sistem dan mentalitas pelayanan,” lanjutnya.

Terkait upaya penguatan ekonomi bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM, GMNI meminta pemerintah daerah tidak hanya sekadar memberikan bantuan simbolis tanpa adanya pengawasan.

“Bantuan tanpa pendampingan berkelanjutan hanya akan menjadi program simbolik. Rakyat butuh keberpihakan yang konkret dan berjangka panjang,” tuturnya.

Baca Juga  Aktivis GMNI Mengingatkan Pentingnya Menjaga Kewarasan Bagi Mahasiswa Saat Pilkada Sumenep 2024

Terakhir, Suaib menekankan bahwa transparansi anggaran dan keterbukaan informasi adalah kunci pemerintahan yang sehat. Ia memastikan GMNI akan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawasi setiap kebijakan strategis di Polman.

“Kami tidak sedang menjatuhkan, tetapi mengingatkan. Mandat rakyat adalah kontrak politik. Jika ada janji yang belum ditepati, maka itu wajib dikawal dan ditagih,” harapnya. (adi/haR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *