Riset Pakan Sapi Sonok Antar Dosen UNIBA Raih Hibah BIMA 2026

Avatar photo
Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIBA Madura Ahmad Syaqi (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menorehkan capaian akademik yang membanggakan di tingkat nasional. Salah satu dosennya, Ahmad Syaqi, sukses meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Tahun 2026 melalui riset yang mengangkat potensi lokal berbasis budaya Madura.

Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut tampil dengan gagasan penelitian yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan budaya yang kuat. Ia mengangkat tema “Efektivitas Pakan Sapi Sonok” sebagai fokus kajian, sebuah topik yang dinilai relevan dengan karakteristik masyarakat Madura yang lekat dengan tradisi peternakan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di daerah mampu bersaing di tingkat nasional dengan menghadirkan penelitian berbasis kearifan lokal. Ahmad Syaqi tidak sekadar meneliti aspek teknis peternakan, melainkan juga mengaitkannya dengan nilai budaya dan potensi ekonomi yang terkandung dalam tradisi sapi sonok.

Baca Juga  Tahun Depan Pemprov Sulbar Siapkan 1.000 Beasiswa, Boleh untuk ASN?

Dalam keterangannya, Ahmad Syaqi menjelaskan bahwa sapi sonok bukan sekadar hewan ternak, melainkan simbol budaya yang memiliki nilai ekonomi dan kearifan lokal tinggi di tengah masyarakat Madura.

“Sapi sonok adalah bagian dari identitas budaya Madura. Melalui penelitian ini, kami ingin memastikan bahwa pola pakan yang diberikan tidak hanya meningkatkan kualitas fisik sapi, tetapi juga mendukung keberlanjutan tradisi yang sudah diwariskan secara turun-temurun,” ujar (13/04).

Penelitian yang dilakukan berfokus pada pengujian berbagai jenis pakan untuk mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan performa sapi sonok. Aspek yang diteliti tidak hanya mencakup kesehatan dan kebugaran hewan, tetapi juga estetika, yang menjadi faktor penting dalam kontes sapi sonok, serta nilai jual yang berdampak langsung pada kesejahteraan peternak.

Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan mampu memberikan rekomendasi praktis bagi para peternak dalam mengelola sapi sonok secara lebih optimal. Di sisi lain, riset ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya yang memiliki nilai historis dan sosial yang kuat di Madura.

Baca Juga  Disnaker Sumenep Perkuat Peran: Dari Administratif ke Agen Penyalur Tenaga Kerja

Ahmad Syaqi menegaskan bahwa penelitian ini merupakan bentuk komitmen akademisi untuk menghadirkan solusi yang kontekstual dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Harapan kami dosen UNIBA Madura tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi berbasis budaya,” imbuhnya.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak di lingkungan kampus. Ahmad Syaqi menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIBA Madura yang telah memberikan pendampingan dan fasilitas hingga proposal penelitian tersebut lolos seleksi hibah nasional.

Menurutnya, peran institusi sangat penting dalam mendorong dosen untuk terus produktif dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  BLT DBHCHT Sumenep Belum Cair, Ribuan Buruh Rokok Menunggu

Selain menjadi capaian individu, prestasi ini diharapkan mampu memicu semangat sivitas akademika UNIBA Madura untuk terus berinovasi. Penelitian berbasis potensi lokal dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru yang berakar pada budaya daerah.

“Dengan torehan prestasi ini, diharapkan nanti mampu menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, menggali potensi lokal, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas di kalangan peternak sapi sonok. Dengan demikian, riset tersebut benar-benar memberikan dampak nyata, baik dalam meningkatkan kualitas ternak maupun menjaga keberlanjutan tradisi khas Madura yang telah diwariskan lintas generasi. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *