37 Anak di Majene Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Avatar photo
Kondisi ruang perawatan puluhan murid sekolah di Puskesmas Sendana II Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Selasa (13/1/2026). (Foto: Edhy Putra Negara)

MAJENE, MASALEMBO.ID – Sebanyak 37 murid sejumlah sekolah di Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gangguan kesehatan mendadak pada Senin (12/1/2026).

Insiden ini diduga terjadi usai para pelajar menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Para korban saat ini menjalani perawatan medis di dua lokasi berbeda, yakni Puskesmas Sendana II di Bonde-bonde, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, dan Puskesmas Salutambung di Kecamatan Ulumanda.

Kepala Dinas Kesehatan Majene, Yuliani, turun langsung meninjau kondisi para pasien di Puskesmas Sendana II. Ia memastikan bahwa pihak medis telah bergerak sigap dengan memberikan bantuan cairan dan mengerahkan bantuan tenaga dokter dari puskesmas terdekat.

Baca Juga  Dihadiri 62 Kepala Desa, BPKP Sulbar Gelar Worshop Keuangan di Majene

“Kami sigap melakukan penanganan. Mudah-mudahan tidak ada pasien yang perlu dirujuk karena sudah kami berikan penanganan medis dan asupan sehat kembali,” ujar Yuliani di Puskesmas Onang, Tubo Sendana, Selasa (13/1)

Berdasarkan laporan di lapangan, paket makanan tersebut dibagikan dalam dua sesi, yakni pada pukul 09.00 WITA dan pukul 16.00 WITA. Gangguan kesehatan mulai dirasakan para murid SD dan SMP beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Baca Juga  Obat Diantar ke Rumah, RSUD Sumenep Pangkas Antrean Pasien

Meski dugaan mengarah pada keracunan makanan, namun pihak otoritas setempat belum memberikan kesimpulan final.

“Dugaan sementara ada pada jenis makanan yang dimakan pada jam 9 pagi. Namun, kami masih berkonsultasi dan melakukan observasi lebih lanjut. Kami belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebabnya,” jelas Yuliani.

Menyusul kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menekankan pentingnya koordinasi yang lebih ketat di masa mendatang. Dinkes berharap pihak pelaksana seperti SPPG selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam penyajian menu untuk menghindari kejadian serupa.

Baca Juga  BBM Macet Pasca Kebakaran SPBU Malunda, IMM Sulbar: Pertamina Harus Gerak Cepat!‎

Saat ini, Satuan Tugas (Satgas) khusus telah dikerahkan untuk menangani kasus ini dan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para korban.

Pihak SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini. Kejadian serupa telah terjadi di banyak tempat dalam program pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program Presiden RI Prabowo Subianto. (*)

Kontributor: Edy Putra Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *