Pragaan Fair Dongkrak Omzet dan Jaringan UMKM Lokal

Terlihat pembeli sedang mendatangi gerai UMKM di Pragaan Fair 2025 (Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Pragaan Fair 2025 yang digelar di Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, terbukti membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Ajang ini menjadi ruang promosi sekaligus peluang emas untuk memperluas pasar produk lokal.

Berlangsung dalam format pasar malam, kegiatan tersebut mampu menarik ribuan pengunjung setiap malam. Dengan konsep stand yang menarik dan harga produk yang bersahabat, para pelaku UMKM dari berbagai desa di Kecamatan Pragaan memamerkan dan menjual produk-produk unggulan mereka.

Salah satu peserta dari UMKM Desa Pakamban Laok mengakui bahwa keikutsertaannya dalam Pragaan Fair memberikan hasil yang cukup memuaskan. Wakil Ketua TP-PKK Desa Pakamban Laok, Zulfa, menyebutkan bahwa mereka mencatat omzet yang terus mengalir selama empat malam pelaksanaan acara.

Baca Juga  Demi Pemajuan Ekonomi, HIKMAT Minta Pemda Majene Perbaiki Jalan ke Tande

“Alhamdulillah laku, kegiatan ini sangat membantu UMKM lokal seperti kami,” ujarnya, (31/08).

Zulfa merinci, pada malam pertama mereka memperoleh omzet sebesar Rp1.200.000. Meskipun malam kedua turun menjadi Rp700.000, malam ketiga kembali naik ke angka Rp857.000, dan malam keempat masih mencatat angka stabil sebesar Rp800.000.

Ia menambahkan bahwa kesuksesan penjualan ini didorong oleh tampilan stand yang atraktif dan penawaran harga yang sangat terjangkau, yang akhirnya membuat pengunjung tertarik dan melakukan pembelian.

Baca Juga  Menanti Rotasi Besar: Bupati Sumenep Siapkan Perombakan Strategis di Lingkungan OPD

“Konsep stand yang menarik dan harga produk yang terjangkau itu barangkali yang membuat orang banyak berkunjung,” imbuh Zulfa.

Tidak hanya berdampak pada sisi ekonomi, Pragaan Fair juga menciptakan ruang sosial yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai latar belakang. Camat Pragaan, Indra Hernawan, menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan event tersebut yang tidak hanya menguntungkan para pedagang, tetapi juga membuka banyak jalur komunikasi baru di kalangan UMKM.

“Dengan jualan UMKM di Pragaan Fair, akan mudah membangun jaringan atau networking dengan banyak orang. Kita juga bisa bersosialisasi dengan usaha unggulan desa,” jelas Camat Indra.

Baca Juga  Rencana Penyelenggaraan Pilkades 2025, Polres Majene Lakukan Koordinasi

Menurutnya, membangun jejaring bisnis menjadi langkah strategis bagi pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif. Dengan mengenalkan produk ke masyarakat yang lebih luas, UMKM lokal berpeluang menjalin kerja sama, baik dalam hal distribusi maupun promosi bersama.

Pragaan Fair 2025 menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan pelaku UMKM bisa menciptakan ruang ekonomi baru yang berkelanjutan. Semangat kolaboratif ini tidak hanya menggerakkan roda ekonomi desa, tapi juga memperkuat identitas lokal melalui produk-produk unggulan masyarakat. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *