POLEWALI, MASALEMBO.ID – Pasca insiden terbakarnya mobil pengangkut uang tunai senilai Rp4,6 miliar di Jalan Poros Majene–Mamuju, tepatnya di Dusun Palippis, Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pihak Bank BNI Cabang Polewali Mandar memilih untuk tidak memberikan keterangan kepada awak media.
Mobil Granmax bernomor polisi B 9345 PCU tersebut diketahui membawa uang untuk pengisian mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BNI. Kendaraan yang digunakan terbakar hebat hingga hanya menyisakan rangka. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik di sekitar aki kendaraan yang kemudian memicu percikan api dan membakar seluruh bagian mobil, termasuk brankas berisi uang tunai.
Pihak BNI menjelaskan bahwa penanganan teknis serta perincian kerugian dalam insiden ini merupakan kewenangan pihak ketiga, yaitu PT Swadharma Sarana Informatika (SSI) selaku vendor pengangkut uang.
Sebelumnya, PT SSI menyampaikan klarifikasi melalui siaran pers. Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan bahwa kendaraan yang terbakar bukan milik BNI, melainkan milik PT SSI sendiri sebagai penyedia layanan operasional kas.
“Insiden ini tidak terkait langsung dengan aset maupun operasional Bank BNI,” tulis pihak PT SSI dalam keterangan resminya dikutip dari tribun-sulbar.com, Kamis (13/11/2025).
Pihak perusahaan juga memastikan bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut, termasuk proses investigasi dan penanganan dampaknya.
Sementara itu, tim identifikasi Polres Polman telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan sisa uang yang terbakar untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi menjelaskan, dari total uang sekitar Rp4,5 miliar lebih yang dibawa, sekitar Rp360 juta berhasil diselamatkan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta bantuan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan untuk memastikan penyebab kebakaran, apakah murni akibat korsleting atau terdapat unsur kelalaian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp4,6 miliar. Kebakaran juga sempat menyebabkan kemacetan sepanjang jalur Trans Sulbar selama sekitar satu jam karena api menutup akses jalan utama. (Ant/har)












