SUMENEP, MASALEMBO.ID – Layanan pembiayaan syariah BPRS Bhakti Sumekar, kian diminati oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep. Hal itu terlihat dari semakin meningkatnya permohonan akses permodalan dari pelaku UMKM.
BPRS Bhakti Sumekar, sejak awal memang berkomitmen untuk terus memaksimalkan peranannya didalam mendukung, pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan memberikan kemudahan akses permodalan kepada masyarakat di Kabupaten Sumenep, khususnya wilayah kepulauan.
Menurut Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar mengatakan, BPRS Bhakti Sumekar berupaya untuk terus menghadirkan layanan yang mudah dijangkau, fleksibel, serta mengedepankan prinsip syariah yang memberikan rasa aman dan transparan kepada nasabah.
Salah satu fokus lembaganya dalam memberikan layanan Keuangan tidak bergeser sedikit dari sektor UMKM. Baginya, sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat.
“Kami ingin memberikan solusi permodalan yang adil, sesuai prinsip syariah, dengan margin yang kompetitif. Harapannya, UMKM dapat tumbuh secara mandiri dan sehat,” ujarnya (17/11).
Ia menambahkan bahwa BPRS menawarkan pembiayaan berbasis akad murabahah dan mudharabah, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelaku usaha. Bahkan fasilitas pelunasan lebih awal tanpa penalti menjadi salah satu keunggulan yang memperkuat kepercayaan masyarakat.
Selain di tingkat pusat, dorongan bagi UMKM juga dipertegas oleh kerja aktif seluruh cabang. Kepala Cabang BPRS Bhakti Sumekar Kecamatan Arjasa mengakui bahwa ada tantangan dalam memperluas pembiayaan di wilayahnya. Salah satunya, banyak pelaku usaha yang sebelumnya sudah mengikat pinjaman di bank lain dengan penawaran margin rendah dan tanpa jaminan.
“Saat kami menawarkan pembiayaan UMKM, banyak pedagang atau pengusaha yang sudah memiliki pinjaman di bank lain, dengan margin rendah dan tanpa jaminan,” ungkapnya.
Meski demikian, menurutnya situasi itu bukanlah hambatan yang harus ditakuti. Justru menjadi peluang untuk memperkuat daya saing layanan syariah, sekaligus mengedukasi masyarakat agar memahami manfaat dan prinsip pembiayaan syariah yang lebih menekankan pada keadilan dan keberlanjutan usaha.
Untuk memperluas penetrasi pasar, pihaknya melakukan berbagai strategi jemput bola. Sosialisasi intensif dilakukan melalui agenda desa hingga pusat keramaian.
“Setiap penyaluran BLT Desa, kami manfaatkan untuk mengenalkan produk UMKM kami. Begitu juga ke pasar-pasar, kami membagikan brosur produk UMKM, Gadai, hingga Deposito,” tuturnya.
Upaya ini bukan sekadar promosi satu arah, melainkan bagian dari strategi membangun literasi keuangan syariah di tengah masyarakat. Dengan hadir langsung di lapangan, pihaknya dapat memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada warga mengenai permodalan usaha berbasis syariah.
Ia menegaskan bahwa BPRS Bhakti Sumekar Cabang Arjasa akan terus mendorong promosi dan edukasi agar semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan pembiayaan syariah sebagai instrumen pengembangan usaha.
“Pembiayaan UMKM Syariah ini memang dirancang untuk memperkuat modal kerja dan investasi usaha melalui akad murabahah atau mudharabah,” jelasnya.
Menurutnya, kesederhanaan proses pengajuan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi UMKM yang membutuhkan akses cepat untuk permodalan. Dengan berbagai langkah strategis tersebut, BPRS Bhakti Sumekar kian meneguhkan posisinya sebagai mitra keuangan syariah yang dekat dengan masyarakat dan responsif terhadap dinamika ekonomi loka
“Proses pengajuan dibuat sederhana agar pelaku UMKM dapat segera mengakses pendanaan sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (Red/TH)












