Merajut Bersama Melalui Program Unggulan TMMD, TNI dan Warga Hempaskan Selimut Ketakutan yang Telah Lama Menyelimuti

Avatar photo

Penulis : Mutawakkir Saputra

Kidung menjelma jadi cahaya walau tak begitu terang. Rob bukan lagi sesuatu yang begitu menakutkan bagi warga. TNI hadir sebagai kawan merajut harapan. Dengan program unggulan, TMMD ke-126 Kodim 1401 Majene di Desa Balombong Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, tanggul mulai dihamparkan untuk hempaskan ketakutan warga.

Senja yang harusnya menjanjikan keindahan kini ingkar”. Ia  justru mengantarkan selimut ketakukan bagi masyarakat pesisir di Desa Balombong, Kecamatan Pamboang.

Yah, kondisi dan suasana itu terus berulang setiap tahunnya saat musim barat tiba. Saat waktu senja dan masuk maghrib, gelombang tinggi dan suara deraian air laut kian nyaring menghantam dinding belakang rumah warga.

Selimut ketakutan pun kian tebal. Warga hanya bisa pasrah dan menunggu takdir buruk jika memang sudah waktunya.

Banjir rob dan air laut pasang memang sudah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat pesisir Desa Balombong selama puluhan tahun. Mengingat tanggul atau penahan ombak yang ada di wilayah tersebut tidak seberapa dibandingkan dengan garis pantai kurang lebih 1 kilometer.

Jadi memang sudah sejak dulu, warga setempat punya alasan yang beralas mengapa harus pindah dan mengevakuasikan rumah mereka dari pesisir.

Sayangnya, karena keadaan ekonomi yang tidak memadai, memaksa mereka harus tetap bertahan dalam kondisi itu.

Musim timur sudah di penghujung akhir tahun.  Artinya, Desember, Januari dan Februari sudah mulai melambai. Seolah membawa pesan bahwa Rob atau air laut pasang sudah dekat dan siap mengancam warga pesisir.

Tepat Selasa, (7/10/2025) sebelum musim barat tiba,  sekelompok orang berwajah garang dengan baju seolah berlapis mantra datang menemui masyarakat pesisir. Mereka adalah Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-126 Kodim 1401 Majene yang baru memulai Pra TMMD ke-126 di wilayah pesisir tersebut.

Mereka datang dengan maksud menyampaikan misi, membawa pesan bahwa TNI dengan program unggulannya yaitu TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) siap untuk mengabdi dan merajut bersama warga untuk menghempaskan rasa takut yang sudah lama menyelimuti warga pesisir.

Baca Juga  Jamin Kelancaran Arus Kendaraan, Polres Majene Tempatkan Personil di Lokasi Rawan Banjir 

Yah, Satgas TMMD ke-126 Kodim 1401 Majene kali ini membawa misi untuk membangun tanggul bagi masyarakat pesisir Balombong, sebagai salah satu sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD tahun ini.

Satgas TMMD, Kodim 1401 Majene berkolaborasi pemerintah setempat dan masyarakat membangun tanggul sepanjang 86 meter. Meskipun tidak begitu panjang, namun pembuatan tanggul ini dibangun di dua titik agar lebih efisien dan diprioritaskan pada titik yang memang sangat perlu sehingga sedikit bisa menghempaskan rasa takut yang sudah puluhan tahun menyelimuti warga.

Nampak dalam pelaksanaan TMMD ke-126, rakyat begitu bersemangat  membangun tanggul bersama Satgas TMMD ke-126 Kodim 1401 Majene dan beberapa personel Polres Majene.

Penjabat Kepala Desa Balombong, Arham mengatakan banjir rob memang sudah puluhan tahun mengancam warga pesisir.

Dengan nada yang sedikit pelan sebagai ciri khasnya ia menuturkan bahwa setiap kali musim barat air laut akan kembali naik dan merusak rumah warga. Ketinggian air laut pun lumayan tinggi ketika kondisi parah, kadang sampai hampir dua meter dan mengenai atap rumah warga.

“Sudah banyak sebenarnya warga kami yang ingin dievakuasi. Tapi karena lokasi untuk rumah yang tidak ada dan kondisi ekonomi memaksa mereka harus bertahan,” ujar Pj Kades itu.

Minimnya anggaran desa membuat pekerjaan tanggul di desanya dikerjakan secara bertahap. Dan tiap tahunnya hanya sekitar 30 sampai dengan 50 meter yang dikerjakan.

Sehingga masuknya TMMD ini kata Arham menjadi sebuah harapan baru. Dan sangat berterimakasih serta mengapresiasi Kodim 1401 Majene yang telah melaksanakan TMMD di desanya.

“Sebenarnya, melalui anggaran desa kami selalu mengupayakan pekerjaan tanggul tiap tahunnya. Tapi karena anggaran yang terbatas dan pembangunan fisik lainnya juga perlu dilakukan membuat pekerjaan dilakukan secara bertahap dan hanya beberapa meter saja tiap tahunnya. Sehingga melalui program TMMD ini, kami merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kodim 1401 Majene yang menjadikan desa kami sebagai salah satu tempat pelaksanaan TMMD,” jelas Arham.

Baca Juga  BNPB Salurkan Dana Siap Pakai untuk Korban Banjir-Longsor Mamuju, Pj Gubernur Berterima Kasih

Arham menuturkan masuknya TMMD ini kembali menambah panjang tanggul yang sudah dikerjakan.

“Sebelum ini baru sekitar 400 meter yang sudah dibangunin tanggul. Sementara panjang pesisir kami hampir 1 kilometer. Sehingga melalui program ini, panjang tanggul yang sudah dikerjakan hampir 500 meter. Artinya ini sebuah harapan baru bagi kami,” tandas Arham kembali.

Dengan penuh harap, Pj Kades Balombong tersebut sangat berharap agar pelaksanaan TMMD berikutnya bisa kembali dilaksanakan di desanya. Karena menurutnya, ini sangat membantu Pemerintah Desa dalam hal kemajuan pembangunan fisik dan kesejahteraan dan pengetahuan masyarakat.

“Pembuatan tanggul adalah salah satu sasaran fisik yang dilaksanakan Satgas TMMD ke-126 Kodim 1401 Majene di desa kami. Sasaran fisik lainnya seperti pembuatan talud dan drainase juga sangat membantu. Apalagi dengan berbagai penyuluhan (sasaran non fisik), itu sangat membantu pengetahuan warga,” tutup Arham.

Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 142/ Taro Ada Taro Gau (Tatag), Brigjen TNI Hartono, S.I.P., M.M., meninjau  langsung progres pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1401 Majene di Desa Balombong,  pada Sabtu (1/11/2025) mengapresiasi Satgas TMMD ke-126 Kodim 1401 Majene dan masyarakat setempat.

Menurutnya, dengan ketertabatas anggaran yang ada. Satgas TMMD ke-126 Kodim 1401 Majene dan masyarakat masih mampu membangun berbagai kegiatan fisik termasuk pembuatan tanggul.

Danrem yang berada di tengah masyarakat pesisir saat peninjauan menyampaikan bahwa dirinya akan melakukan berbagai upaya agar ketika pelaksanaan TMMD selesai, pembangunan tanggul yang ada di desa tersebut bisa terus berjalan.

“Tentu kami berharap agar pembangunan fisik dari kegiatan program TMMD dijaga dan dirawat. Kami juga akan melakukan berbagai upaya agar pembangunan tanggul ini bisa terus dilanjutkan termasuk mengajak berbagai pihak terkait untuk ikut andil. Seperti halnya pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) yang mudah-mudahan bisa untuk membantu,” tutup Danrem.

Sementara itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-126 Kodim 1401 Majene, Letkol Czi I Made Bagus Asmara Putra, S.T., M.I.P menyampaikan semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi faktor utama cepatnya kemajuan pembangunan.

Baca Juga  Peningkatan Akses Bulo–Lenggo, Material TMMD ke-127 Mulai Masuk Lokasi

“Kita lihat sendiri, masyarakat sangat antusias bekerja bersama anggota Satgas. Sinergi seperti inilah yang menjadi roh dari TMMD, wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Dansatgas.

Selama pelaksanaan pembangunan sasaran fisik di Desa Balombong dan di Desa Pamboborang, termasuk pembangunan tanggul, sebagai perwira dari Korps Zeni, Dansatgas juga memberikan sejumlah arahan teknis kepada anggota Satgas dan warga agar hasil pembangunan lebih kokoh dan berkualitas. Dan memberikan evaluasi guna memastikan setiap pekerjaan sesuai rencana.

“Melalui TMMD ini, TNI hadir bukan hanya untuk membangun fisik semata, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian di tengah masyarakat. Semoga apa yang telah kita kerjakan bersama dapat memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga,” tutup Letkol Czi I Made Bagus Asmara Putra.

Muliadi warga setempat yang turut serta dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada TNI dalam hal ini prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-126 Kodim 1401 Majene.

Muliadi mengatakan bahwa pembangunan tanggul ini sangat membantu masyarakat pesisir yang sering terdampak ombak pasang.

“Kalau air laut pasang, rumah kami dan sebagian besar rumah warga di sini sering dimasuki air. Dengan adanya tanggul ini, kami merasa lebih aman dan tenang,” imbuh Muliadi dengan nada bahagia bercampur haru.

Diketahui, pembangunan tanggul penahan ombak di Desa Balombong menjadi salah satu sasaran prioritas TMMD ke-126 Kodim 1401 Majene guna mencegah terjadinya abrasi dan gelombang pasang yang menyebabkan air laut masuk ke rumah-rumah warga. Sehingga adanya tanggul ini sedikit kembali membuat aman dan tenang warga pesisir.

Layaknya rob yang bisa diatasi dengan kokohnya tanggul yang sudah berdiri saat ini. Kini masyarakat awam dalam pandangannya, TNi bukan lagi sesuatu hal yang mengerikan tetapi sejatinya adalah kawan yang handal dalam merajut harapan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *