Jejak Bakti TNI di Pelosok Lenggo: Merajut Asa yang Sempat Terputus

Avatar photo
Personil Kodim 1402 Polman melakukan pengerjaan jalan di Desa Lenggo dalam program pelaksanaan Tentara Manunggal Membangu Desa (TMMD) tahun 2026. (Foto: Asrianto Suardi)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Di bawah naungan langit biru Sulawesi Barat, di balik barisan perbukitan yang memagari Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, sebuah agenda perubahan besar sedang digelorakan. Selama puluhan tahun sejak fajar kemerdekaan menyingsing, warga di pelosok Polewali Mandar ini seolah terkurung dalam isolasi geografis. Jalanan setapak yang curam, licin, dan berlumpur menjadi saksi bisu perjuangan warga yang harus bertaruh nyawa demi mengakses peradaban.

Namun, pemandangan itu kini berubah. Deru mesin alat berat dan denting cangkul yang beradu dengan batu menjadi simfoni pembangunan dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402 Polman. Para prajurit TNI, dengan peluh yang membasahi seragam lorengnya, hadir bukan untuk berperang melawan musuh dari luar, melainkan memerangi ketertinggalan infrastruktur yang menjerat rakyat. Kini, nafas baru berhembus di tanah Tuhan nan indah yang lama terpasung keterbatasan akses ini.

Sebelum kehadiran Satgas TMMD, narasi keseharian warga di Lenggo memang diwarnai kisah-kisah pilu. Jika ada warga yang sakit atau jenazah yang hendak dimakamkan, mereka harus ditandu melintasi medan terjal sejauh berkilo-kilometer. Sebuah ironi di tengah negeri yang telah lama merdeka. Kini, jalan poros yang menghubungkan Desa Lenggo dan Bulo telah bersalin rupa. Pembangunan talud dan jalan rabat beton sepanjang 500 meter menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui tangan-tangan perkasa prajurit TNI.
Arifin, salah seorang warga setempat, tak mampu menyembunyikan binar kebahagiaan di matanya saat menatap jalan mulus yang kini membentang di depan rumahnya. Baginya, ini bukan sekadar semen dan kerikil, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih baik.

Baca Juga  Mendiktisaintek Minta Pemprov Sulbar dan Pemda Majene Segera Perbaiki Jalan ke Unsulbar

“Kami sangat bersyukur. Berkat bapak-bapak TNI, jalan kami tidak lagi rusak parah. Selama ini kami seperti terlupakan, tapi sekarang roda ekonomi, akses sekolah anak-anak, dan urusan kesehatan mulai lancar. TNI benar-benar hadir untuk kami,” ujar Arifin dengan nada penuh haru.

Sishankamrata: Kemanunggalan yang Tak Terpisahkan

Program TMMD bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Lebih dari itu, ini adalah pengejawantahan dari Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Di sini, kekuatan militer dan sipil melebur menjadi satu kekuatan yang tak tergoyahkan. Semangat gotong royong kembali hidup; warga dan prajurit bahu-membahu mengangkat material, menyusun batu, hingga makan bersama di bawah rimbun pohon.

Baca Juga  Sengketa Lahan di Pasar Sentral Polewali, Kedua Belah Pihak Klaim Punya Bukti Kepemilikan

Kepala Staf Korem 142 TATAG, Kolonel Infanteri Abdul Rahman, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah roh dari pengabdian prajurit. Menurutnya, kuatnya pertahanan negara dimulai dari kuatnya desa-desa di perbatasan dan pelosok.

“Program TMMD ini adalah upaya kami menciptakan hubungan kemanunggalan yang tak terpisahkan antara TNI dan rakyat. Kita menganut Sishankamrata, di mana rakyat adalah ibu kandung TNI. Desa Lenggo menjadi prioritas karena kondisinya yang urgen. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang harus ditandu karena akses jalan yang rusak,” tegas Kolonel Inf Abdul Rahman.

Pemilihan lokasi ini pun bukan tanpa perhitungan. Melalui survei mendalam dari tingkat Babinsa hingga koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI memastikan bahwa setiap tetes keringat prajurit memberikan dampak yang tepat sasaran.

Kata Kolonel Inf Abdul Rahman, semarak bakti TNI di Polman tidak hanya terpaku pada jalan beton. Saat Bupati Polman, Samsul Mahmud, membuka secara resmi kegiatan ini, suasana desa berubah menjadi pusat pelayanan masyarakat. Bazar murah sembako digelar untuk meringankan beban ekonomi warga, pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan, hingga pemberian bantuan makanan tambahan bagi bayi untuk menekan angka stunting.

Baca Juga  Gubernur Sulbar Temui Pendemo, Janji Cabut Izin Tambang yang Langgar Hukum

Secara spesifik sasaran fisik TMMD ke-127 ini meliputi paket lengkap pembangunan desa, yakni pembangunan jalan rabat beton dan talud penahan longsor, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu, pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK untuk sanitasi yang lebih baik, penanaman pohon sebagai upaya pelestarian alam dan cegah bencana.

Menjaga Marwah Ibu Pertiwi

Kini, saat matahari terbenam di ufuk barat Polewali Mandar, jalan baru di Desa Lenggo tetap berdiri kokoh. Ia menjadi simbol bahwa TNI selalu setia di garis depan pembangunan nasional. Penguatan TNI melalui program seperti TMMD membuktikan bahwa militer Indonesia bukan hanya hebat dalam alutsista, tetapi juga hebat dalam memenangkan hati rakyat.

Kemanunggalan ini adalah fondasi stabilitas bangsa. Dengan infrastruktur yang kuat di desa-desa terpencil, kedaulatan NKRI pun semakin terjaga. Dari Polewali Mandar, pesan patriotisme ini menggema: bahwa selama ada TNI di tengah masyarakat, harapan akan kemajuan tak akan pernah padam.

Penulis: Asrianto Suardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *