Manfaatkan Kelengahan Petugas Saat Salat Jumat, 2 Tahanan Lapas di Polman Kabur

Avatar photo
Dua tahan Lapas Kelas IIB Polman yang kabur berhasil diamankan kembali. Mereka dikembalikkan ke Lapas oleh petugas yang dibantu kepolisian dan Kodim 1402 Polman. (Foto: Asrianto)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Memanfaatkan kelengahan petugas saat pelaksanaan ibadah salat Jumat sedang berlangsung, dua orang tahanan titipan di Lapas Kelas IIB Polewali Mandar, Sulawesi Barat, nekat melarikan diri dengan cara melompati pagar tembok melalui akses Pintu Dua pada Jumat siang (24/04/2026).

Namun, pelarian tersebut tidak bertahan lama. Hanya berselang empat jam sejak dinyatakan hilang, keduanya berhasil ditangkap kembali oleh tim gabungan dari kepolisian, pihak Lapas, dan personel Kodim setempat.

Baca Juga  Dinkes Sulbar Klaim 91,56 Persen Dewasa dan Lansia Jalani Skrining Kesehatan Jiwa

Keduanya ditemukan sedang bersembunyi di area tambak atau empang milik warga di Dusun Bulubawang, Kecamatan Matakali.

Usai diringkus, kedua tahanan tersebut langsung dibawa kembali ke Lapas Kelas IIB Polewali Mandar menggunakan mobil patroli polisi dengan pengawalan ketat.

Setibanya di Lapas, mereka segera digiring petugas untuk kembali masuk ke dalam sel.

Berdasarkan data pihak berwenang, kedua tahanan tersebut adalah Mariadi alias Marbon warga Wonomulyo yang terjerat kasus narkoba, dan Firdaus alias Daus warga Sabang Subik.

Baca Juga  Jumlah Penerima KIP di UNIBA Madura Merosot Drastis, Dugaan Kasus Internal Jadi Sorotan

Firdaus sendiri merupakan tersangka dalam kasus penembakan Husain alias Caing di Lagi-Agi yang terjadi tahun lalu.

Kepala Lapas Kelas IIB Polewali Mandar, Sudarno, menjelaskan bahwa aksi nekat ini dilakukan dengan memanfaatkan situasi sepi di area blok hunian saat warga binaan lainnya sedang beribadah. Aksi mereka baru terdeteksi ketika petugas melakukan apel siang dan pengecekan jumlah tahanan.

Baca Juga  Hantaman Keras di Trans Sulbar, Minibus Putih Ringsek Usai Adu Banteng dengan Truk 10 Ton

“Keduanya kabur dari bloknya di Seroja dan Tanjung dengan cara memanfaatkan momen saat pelaksanaan shalat Jumat. Keduanya baru diketahui kabur setelah dilakukan pengecekan apel siang oleh petugas lapas,” tegas Sudarno

Kini, kedua tahanan tersebut telah ditempatkan di dalam sel tahanan khusus dengan pengawasan ekstra. Pihak Lapas menyatakan akan mengevaluasi sistem keamanan agar celah serupa tidak kembali dimanfaatkan oleh tahanan lain di masa mendatang. (Ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *