Gandeng BRIN, Ratih Singkarru Ajak Konten Kreator Lawan Hoaks di Era Digital

Avatar photo
Ratih Megasari Singkarru saat menjadi pembicara di kegiatan Bimtek yang digelar di Hotel Ratih Polewali. (Foto: Asrianto)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar bimbingan teknis (bimtek) pembuatan konten media sosial di Hotel Ratih, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari videografer, fotografer, hingga konten kreator. Anggota DPR RI Ratih Megasari Singkarru hadir bersama Ketua Tim Produksi Media Sosial Biro Komunikasi Publik Umum dan Kesekretariatan BRIN, Ayi Doni Darussalam.

Dalam bimtek tersebut, para peserta mendapatkan materi mendalam mengenai cara memproduksi konten yang menarik dan kreatif untuk berbagai platform media sosial, baik di bidang hiburan, edukasi, informasi, kuliner, maupun kategori lainnya.

Baca Juga  Lagi, Keluarga Pasien RSUD Majene Keluhkan Pelayanan Obat

Kreator dituntut untuk memahami tren dan menyajikan materi yang disukai publik agar pesannya dapat tersampaikan dengan baik.

Ketua Tim Produksi Media Sosial Biro Komunikasi Publik Umum dan Kesekretariatan BRIN, Ayi Doni Darussalam, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi para kreator untuk saling berbagi ilmu dalam meracik konten yang menarik. Menurutnya, tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengenalkan program-program BRIN kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi publik.

“Kalau tujuannya untuk mendapat pendapatan lebih di media sosial itu tidak masalah selama hal yang disampaikan itu bisa mengedukasi atau tidak hoax,” jelas Doni.

Baca Juga  Tiga Tersangka Penembakan di Polman Terancam Hukuman Mati

Ia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa bijak dalam bermedia sosial dan menghindari penyebaran kebencian maupun berita bohong.
“Kalau misalnya ada berita atau informasi, jangan langsung di-share. Harusnya dicek dan ricek atau verifikasi dulu lah, apakah berita tersebut benar atau bohong,” pesannya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Ratih Megasari Singkarru mengungkapkan bahwa publikasi temuan dan riset dari BRIN sangat penting agar masyarakat memahami fungsi nyata dari lembaga tersebut. Ratih menilai di era digital saat ini, media sosial ibarat pedang bermata dua yang memiliki dampak positif dan negatif.
“Jadi ada dua sisi. Sisi baiknya bisa diadopsi, dan literasi digital masih perlu digaungkan, karena masih banyak orang yang biasa menelan bulat-bulat sebuah informasi tanpa harus verifikasi atau cek fakta dulu,” kata Ratih.

Baca Juga  Inklusi Keuangan Syariah Jadi Kunci Dorong Ekonomi Sumenep

Ratih berharap BRIN ke depannya semakin aktif mempublikasikan berbagai inovasi dan penemuannya melalui media sosial mengingat masih banyak temuan riset yang belum diketahui masyarakat luas. Ia juga mengingatkan agar publik tidak mudah terjebak oleh informasi yang menyesatkan, terutama yang hanya mengecoh pembaca lewat judul bombastis.

“Jika mendapatkan sebuah informasi di media sosial, sebaiknya verifikasi dulu, jangan langsung share. Jangan sampai kita niatnya ingin menyebar sebuah informasi, namun informasi tersebut tidak benar atau hoax,” pungkasnya. (ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *