Daerah  

Disnaker Sulbar Buka 7 Program Pelatihan Unggulan, Target 1.000 Tenaga Kerja Bersertifikat

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulbar Andi Farid Amri (dok: Kominfo Sulbar)

MAMUJU, MASALEMBO.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sulawesi Barat bersiap menggelar kembali program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK). Program ini sebagai upaya mewujudkan target 1.000 tenaga kerja bersertifikat kompetensi dalam lima tahun.

Kadisnaker Sulbar Andi Farid Amri menjelaskan, program ini merupakan implementasi dari visi Gubernur Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga untuk meningkatkan kualitas SDM daerah, khususnya di bidang tenaga kerja yang bersertifikat kompetensi.

Baca Juga  Wabup Sumenep Dorong Sinergi untuk Pengelolaan Portal Satu Data yang Terintegrasi

Andi Farid Amri mengungkapkan, program pelatihan tenaga kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) akan kembali dijalankan setelah proses asistensi.

“Sekarang kan masih dalam proses asistensi. Sesuai dengan program kerja Pak Gubernur yakni 1000 orang bersertifikasi kompetensi selama lima tahun, kami mengalokasikan 200 orang setiap tahunnya dan rencananya dilaksanakan mulai tahun ini,” ujar Andi Farid Amri di Mamuju belum lama ini.

Baca Juga  Upaya Penanggulangan Sampah, DLH Sulbar Gagas Kerjasama dengan Kampus

Ia juga mengungkapkan, sejumlah jenis pelatihan bakal dibuka, mulai dari menjahit, tata rias, perbaikan AC, barista, tata boga, komputer hingga desain grafis.

“Saat ini sementara asistensi, kalau anggarannya sudah fix, sudah oke, nanti kami umumkan lagi secara massal. Pendaftaran, tetap prosesnya seperti kemarin, mendaftar di aplikasi siap kerja, nanti kami tindaklanjuti,” ungkapnya.

Baca Juga  Sulbar Juara Nasional, 648 Koperasi Merah Putih Siap Diluncurkan Serentak di Mamasa dan Polman

Lanjut Andi Farid Amri menjelaskan, pihaknya bakal melakukan seleksi dalam proses pendaftaran nantinya untuk menentukan 200 orang yang akan mengikuti pelatihan.

“Iya (ada seleksi), karena animo masyarakat cukup banyak untuk kegiatan ini, setidaknya bukan seleksi, paling wawancara,” tutur Andi Farid. (Har/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *