MAMUJU, MASALEMBO.ID — Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Selain melakukan pemantauan rutin terhadap prakiraan cuaca yang diterima dari BMKG, Pusdalops BPBD Sulbar juga secara berkala memantau kondisi dan fungsi alat Early Warning System (EWS).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sistem peringatan dini atau EWS berjalan optimal sebagai bagian dari upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana, terutama menghadapi dinamika cuaca ekstrem di penghujung tahun.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan ketanggapan dini seluruh perangkat daerah dalam menghadapi ancaman bencana.
“Alarm yang dimaksud adalah sistem untuk menginformasikan kepada masyarakat, tetapi itu baru satu titik ditaruh di area kantor gubernur, nanti kita akan kita kerjasama dengan Kementerian Agama untuk meneruskan ke masjid-masjid, gereja, sehingga jika terjadi sesuatu cepat masyarakat mengetahui,” ujar Yasir Fattah, Selasa (4/11/2025).
Yasir menyampaikan bahwa pemantauan terhadap alat EWS merupakan langkah penting dalam memastikan kesiapan daerah terhadap potensi bencana.
“Pusdalops tidak hanya fokus pada informasi cuaca dari BMKG, tetapi juga memastikan alat EWS berfungsi dengan baik. Hal ini agar peringatan dini dapat diterima masyarakat tepat waktu bila terjadi potensi bencana seperti banjir atau tanah longsor,” Yasir Fattah.
Ia mengatakan, dengan pemantauan ini, BPBD Sulbar komitmen terus memberikan informasi kebencanaan serta meningkatkan sinergi dengan instansi terkait dan masyarakat. (ril/har)












