Sekda Ardiansyah Bantah Keterlibatan Pihak Pemda Majene dalam Skandal Rp 540 Juta

Avatar photo
Sekda Majene Ardiansyah (foto: masalembo.id/dok)

MAJENE, MASALEMBO.ID – Sekretaris Daerah Majene Ardiansyah dengan tegas membantah tudingan keterlibatan pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Majene dalam skandal dugaan suap atau penipuan yang dikaitkan dengan proyek revitalisasi sekolah tahun 2026.

Lewat keterangan tertulis pada Minggu (25/10/2026) Ardiansyah membantah dirinya maupun bupati Majene Andi Achmad Syukri dikaitkan dengan dugaan transfer uang ke salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkup Pemda Majene inisial IH. Hal itu kata Ardiansyah adalah urusan pribadi antara oknum IH dengan sejumlah orang yang disebut mentransfer uang kepadanya dengan iming-iming proyek atau kegiatan yang dikaitkan dengan revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene tahun 2026.

Dalam keterangannya, Sekda Majene Ardiansyah membantah keras adanya keterlibatan dirinya, bupati, maupun pihak Pemerintah Kabupaten Majene lainnya dalam persoalan transaksi keuangan yang tengah menjadi sorotan publik saat ini. Menurut Ardiansyah, dia secara pribadi tidak mengenal Ilham, salah satu pihak yang disebut-sebut mengetahui proses transaksi kepada IH. Ia menjelaskan bahwa interaksi yang pernah terjadi dengan Ilham hanya berlangsung dalam konteks pelayanan publik saat menerima aduan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majene.

“Secara pribadi saya tidak mengenal Saudara Ilham. Pertemuan yang pernah terjadi semata-mata dalam kapasitas pelayanan aduan masyarakat di kantor pemerintah,” tegas Ardiansyah.

Mantan Sekda Kabupaten Mamasa itu menjelaskan bahwa kehadiran Ilham di Kantor Bupati Majene merupakan bagian dari upaya menyampaikan pengaduan terkait persoalan pribadi atau keuangan yang sedang dihadapinya. Atas arahan Bupati Majene Andi Achmad Syukri, Sekda kemudian diminta membantu memediasi permasalahan tersebut agar diperoleh kejelasan informasi dari para pihak yang terlibat. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang Bupati Majene itu, Ardiansyah mengaku telah menjelaskan secara terbuka bahwa baik dirinya maupun Bupati Majene sama sekali tidak memiliki hubungan atau keterkaitan dengan persoalan yang diadukan.

Baca Juga  Atasi Kelangkaan BBM, Pemda Majene Siapkan Surat Edaran Hingga Terjunkan Tim Satgas

Sekda Ardiansyah menilai persoalan tersebut muncul akibat tindakan para pihak tertentu yang secara sukarela melakukan pengiriman uang kepada seorang ASN berinisial IH dengan berbagai iming-iming tertentu. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan urusan pribadi yang tidak memiliki kaitan dengan kebijakan pemerintah maupun prosedur administrasi birokrasi yang sah.

“Sejak awal telah kami tegaskan bahwa Bupati maupun Sekda tidak ada kaitannya dengan persoalan tersebut. Itu adalah persoalan yang timbul dari hubungan antar individu yang dilakukan di luar mekanisme dan prosedur pemerintahan,” jelasnya.

Meski demikian, Ardiansyah menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak akan tinggal diam, sebab, sosok IH yang disebut dalam persoalan itu berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majene. Sebagai pejabat pembina administrasi kepegawaian, dirinya mengaku telah mengambil langkah awal dengan mencermati persoalan tersebut dan berencana memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi secara resmi.

Skandal Rp 540 Juta

Terkait munculnya angka Rp540 juta sebagaimana pengakuan Ilham yang disebut dalam pemberitaan salah satu media daring, Ardiansyah memberikan penegasan bahwa dirinya dan Pemerintah Kabupaten Majene tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan transaksi maupun dana pribadi yang dimaksud.

Baca Juga  Suara Perlawanan di Tengah Kepungan Logam Tanah Jarang

“Pemerintah daerah, termasuk Bupati Majene dan Sekda Majene, secara mutlak tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak ada hubungannya dengan dana Rp540 juta maupun transaksi keuangan pribadi sebagaimana yang diberitakan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ardiansyah juga menyayangkan penyajiann berita tanpa konfirmasi yang memadai kepada dirinya, mengingatkan pentingnya penerapan prinsip-prinsip jurnalistik dalam pemberitaan. Ardiansyah berharap agar cover both sides ditegakkan dalam kerja jurnalistik.

Sebelumnya, seorang pria memperkenalkan diri bernama Ilham mengaku telah mengetahui terjadinya transaksi dugaan jual beli proyek yang dikaitkan dengan revitalisasi sejumlah gedung sekolah di Kabupaten Majene.

Ilham bahkan mengaku mengantongi bukti transfer senilai Rp540 juta kepada oknum ASN insial IH. IH disebut adalah pengadministrasi di Mess Pemda Majene di Jakarta. Ia juga disebut eks pegawai di Dinas Perkimtan Majene.

Keterangan Ilham itu dimuat dalam situs epnmediaonline.com tertanggal 23 Oktober 2026 yang kemudian viral dan memantik polemik dugaan suap atau penipuan berkedok proyek yang dikaitkan dengan program inisiatif Presiden Prabowo Subianto; yakni revitalisasi sekolah-sekolah terutama di daerah terluar, tertinggal dan terpencil.

Awak masalembo.id telah mencoba mendalami informasi terkait dugaan pengiriman uang 540 juta tersebut kepada IH. Namun saya hingga berita ini dirilis belum bisa mendapatkan keterangan lebih jauh dari Ilham. Sambungan WatsApp sempat terkoneksi baik dan mendapat respon dari Ilham tapi sayang tak ada kabar lanjutan. Ia hanya sempat mengirim pesan. “Sebentar ya pak, minta maaf sebelumnya,” lalu tak lagi aktif apatahlagi memberi jawaban.

Baca Juga  Demi Akses Jalan, Warga Pamu’tu Patungan Cor Jalan di Kawasan Hutan Lindung

Padahal, dalam skandal ini banyak pertanyaan publik yang muncul. Tentang sosok Ilham yang disebut-sebut telah mencari orang atau kira-kira rekanan. Mereka rekanan itu lalu diiming-imingi pekerjaan proyek yang dikaitkan dengan revitalisasi sekolah. Selanjut sosok IH yang kabarnya menampung dana di rekening pribadi hingga mencapai Rp540 juta. Lag-lagi informasi ini terpotong karena yang bersangkutan tak diketahui keberadaannya.

Seorang Kabid di Dinas Perkimtan Majene membenarkan bahwa IH yang dimaksud memang pernah berdinas di Perkimtan. Namun sudah pindah, entah kemana? Sang Kabid di Perkimtan itu tak mengetahuinya. Ada yang menyebut dipindah ke UPTD Mess Pemda Majene di Jakarta, jadi petugas pengadministrasi di sana. Namun Sekretaris Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Majene, Asri, justru mengaku tak menemukan nama IH dalam SK maupun absensi pegawai Mess Pemda Majene di Jakarta, padahal UPTD itu di bawah naungan Bapenda Majene. Sejatinya Asri tahu jika IH memang di Mess Pemda. Kini, sosok IH itu mala masih misterius bagi publik. Kendati demikian, Sekda Majene Ardiansyah mengatakan akan memanggil oknum ASN tersebut untuk klarifikasi lebih lanjut ihwal skandal ini. (har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *