MAJENE, MASALEMBO.ID — Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) telah mempersiapkan langkah strategis untuk menyambut perhelatan pesta demokrasi di tingkat desa.
Dinas PMD Majene mengusulkan alokasi anggaran sebesar kurang lebih Rp 1,8 miliar guna mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang direncanakan berlangsung pada tahun 2027 mendatang.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Majene, Sudirman, mengatakan sejumlah kepala desa telah berakhir masa jabatan. Sesuai regulasi mesti harus digelar Pikades untuk kesinambungan pemerintahan di desa. Ia menegaskan bahwa pihak dinas telah menyusun skema awal agar seluruh tahapan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Majene dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Di tahun 2027 akan berakhir sebagian masa jabatan kepala desa, sehingga perlu adanya kesiapan dan perencanaan awal jika itu dilaksanakan. PMD telah memasukan pada Renja 2027 biaya alokasi Pilkades, tinggal menunggu petunjuk dari Kemendagri maupun pimpinan terkait hal tersebut,” terang Sudirman pada Kamis (6/8/2026).
Detail rencana pelaksanaan dan jumlah desa peserta Pilkades serentak dijelaskan oleh Hapid, Penggerak Swadaya Masyarakat Bagian Pemerintahan Desa DPMD Majene. Ia memaparkan bahwa gelaran Pilkades 2027 merupakan akumulasi dari puluhan desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada beberapa periode berbeda.
“Kami dari dinas PMD telah melakukan identifikasi dan pemetaan terkait berakhirnya masa jabatan kepala desa, kebetulan di tahun sebelumnya telah berakhir 4 desa, kemudian tahun 2027 nanti akan berakhir 39 desa, disusul tahun 2028 juga akan berakhir 19 desa. Sehingga kami harus mempersiapkan diri dan memasukan dalam perencanaan sambil menunggu petunjuk lebih jelas dari Kemendagri dan arahan dari pimpinan,” ujar Hapid.
Pihak Pemerintah Daerah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) juga memberikan respon positif terkait usulan anggaran tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Majene, Rudy Hartanto membenarkan bahwa perencanaan alokasi anggaran Pilkades tersebut memang sudah masuk dalam pembahasan KUA-PPAS di DPRD Majene. Namun pihaknya akan memperhatikan kondisi keuangan daerah untuk alokasi lebih lanjut.
“Perencanaan anggarannya memang sudah ada dan sudah diusulkan oleh dinas terkait. Namun, saat ini Pemda masih menunggu kepastian besaran Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat untuk memastikan jumlah pasti nominal anggaran yang akan digunakan pada pelaksanaan Pilkades nanti,” terang Rudy.
Rudy menegaskan pihaknya siap mendukung pelaksanaan Pilkades serentak 2027 meski belum dapat memastikan besaran anggaran pelaksanaannya.
“Kita harus menunggu kondisi TKD kita tahun depan, jangan sampai TKD kita turun maka kita harus lakukan efisiensi-efisiansi, ya nantilah kita akan bicara dengan teman-teman PMD bagaimana mekanismenya, yang jelas Pilkades sudah masuk dalam domumen perencanaan,” pungkasnya. (har/red)













