El Nino di Depan Mata, Warga Sumenep Diminta Hemat Air

Avatar photo
Ilustrasi musim kemarau dan kekeringan di ladang warga (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Potensi perubahan cuaca yang memicu ancaman El Nino sudah di depan mata di wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak mengabaikan potensi perubahan cuaca ekstrem yang dapat berdampak langsung pada ketersediaan air bersih.

Fenomena El Nino merupakan bagian dari dinamika iklim global yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan laut di wilayah tengah hingga timur Samudra Pasifik. Dampaknya bersifat luas, termasuk pada wilayah Indonesia, dengan indikasi berkurangnya curah hujan, meningkatnya suhu udara, dan berlangsungnya musim kemarau dalam durasi yang lebih panjang dari biasanya.

Bagi daerah seperti Sumenep, kondisi ini bukan sekadar ancaman teoritis. Wilayah yang terdiri dari daratan dan kepulauan tersebut memiliki sejumlah titik yang sejak lama masuk dalam kategori rawan kekeringan. Ketika El Nino terjadi, tekanan terhadap sumber air akan semakin besar, terutama di desa-desa yang belum memiliki akses air bersih yang memadai.

Baca Juga  Peran Strategis Guru Sebagai Aktor Utama Membangun Peradaban

Upaya mitigasi sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep. Salah satunya dengan melakukan pengeboran sumur di sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami kekeringan ekstrem. Hasilnya, beberapa desa yang sempat berstatus kering kritis kini menunjukkan perbaikan menjadi kering langka.

Namun, perbaikan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan potensi krisis. Data terbaru menunjukkan masih terdapat 76 desa di 19 kecamatan yang tergolong rawan kekeringan. Wilayah tersebut tersebar di berbagai titik, mulai dari kawasan daratan hingga kepulauan, seperti Manding, Pasongsongan, Rubaru, Pragaan, Ganding, Guluk-Guluk, Ambunten, Batang-Batang, Batuputih, Saronggi, Arjasa, Kangayan, Gayam, Raas, Giligenting, Talango, Masalembu, Nonggunong, hingga Sapeken.

Baca Juga  DPRD Jatim Minta Survei Seismik 3D PT KEI di Kangean Dihentikan

Menurut Sekretaris BPBD Sumenep, Abd. Kadir mengatakan, kondisi ini membuat kesiapsiagaan menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Pemerintah daerah pun menyiapkan skema prioritas penyaluran bantuan air bersih bagi desa-desa yang kembali mengalami kekeringan parah.

“Desa-desa berstatus kering kritis akan diutamakan dalam penyaluran bantuan air bersih. Berkaca dari pola tahun-tahun sebelumnya, kesulitan air di wilayah tersebut biasanya mulai terasa sekitar satu bulan setelah musim kemarau berlangsung,” katanya (06/07).

Di sisi lain, BMKG Trunojoyo menegaskan bahwa kondisi Madura saat ini sudah masuk dalam kategori waspada terhadap dampak El Nino. Artinya, masyarakat perlu mulai melakukan langkah-langkah preventif, terutama dalam penggunaan air sehari-hari.

Kepala BMKG Trunojoyo, Ari Widjajanto, menekankan bahwa perilaku hemat air menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi ini. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan air secara berlebihan dan lebih bijak dalam memanfaatkan sumber yang tersedia.

Baca Juga  Rencana Penyelenggaraan Pilkades 2025, Polres Majene Lakukan Koordinasi

“Saat ini Madura termasuk kategori waspada, kami harapkan masyarakat berhati-hati dan mengantisipasi dengan memanfaatkan sumber air yang ada,” jelasnya, Senin (6/7).

Selain krisis air, dampak lain yang tak kalah penting untuk diwaspadai adalah meningkatnya risiko kebakaran. Cuaca kering yang berkepanjangan membuat vegetasi mudah terbakar, sehingga potensi kebakaran lahan maupun permukiman menjadi lebih tinggi.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang berkaitan dengan penggunaan api. Kedisiplinan dan kesadaran bersama menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya bencana lanjutan di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Mohon arif dan bijaksana untuk menjaga kondisi air sesuai kebutuhan dan menjaga dari potensi kebakaran,” tukasnya. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *