Dosen Fikes Unsulbar Hadirkan Program GERCEP Hipertensi, Dorong Warga Kelola Tekanan Darah Secara Mandiri

Avatar photo

POLEWALI, MANDAR – Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, tim dosen Fikes Unsulbar menghadirkan program GERCEP Hipertensi (Gerakan CERDIK dan PATUH) sebagai upaya meningkatkan perilaku pengelolaan hipertensi pada masyarakat Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tandassura tersebut tidak hanya berfokus pada penyuluhan kesehatan, tetapi juga menghadirkan inovasi berupa Pojok PATUH, yaitu fasilitas pemeriksaan tekanan darah mandiri yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana skrining dan pemantauan tekanan darah secara rutin. Program ini merupakan hilirisasi hasil penelitian dosen yang diterapkan langsung kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan komunitas.

Ketua tim PKM Fikes Unsulbar, Irna Megawaty, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang tinggi. Penyakit yang dikenal sebagai silent killer tersebut sering kali tidak menimbulkan gejala hingga menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Baca Juga  RSUD dr. Moh. Anwar Terus Tingkatkan Layanan, Hadirkan Solusi Nyata Bagi Kesehatan Masyarakat Sumenep

“Berdasarkan hasil observasi awal, kami menemukan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, pengetahuan mengenai hipertensi juga masih terbatas, sementara kepatuhan terhadap pengobatan belum optimal. Kondisi inilah yang menjadi dasar lahirnya program GERCEP Hipertensi,” ujarnya.

Menurut Irna, melalui pendekatan CERDIK dan PATUH, masyarakat diajak memahami bahwa pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.

“Melalui edukasi dan pembentukan Pojok PATUH, kami berharap masyarakat lebih mudah melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat tidak perlu menunggu kegiatan pemeriksaan massal karena sudah tersedia layanan skrining awal di kantor desa maupun di Pustu,” katanya.

Baca Juga  Dilaporkan Pihak DPRD Majene, 4 Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan

Selain edukasi mengenai hipertensi, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan tensimeter digital, buku saku hipertensi, media edukasi, serta pendampingan mengenai cara melakukan pemantauan tekanan darah secara mandiri. Program ini juga melibatkan kader kesehatan desa sebagai pengelola Pojok PATUH sehingga keberlanjutan program tetap terjaga setelah kegiatan pengabdian selesai.

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar, Hermin Husain, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu bentuk implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan dan penelitian, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui program GERCEP Hipertensi ini kami berharap sinergi antara kampus, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga upaya pencegahan penyakit tidak menular dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tandassura mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program yang dilaksanakan Fikes Unsulbar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi.

Baca Juga  FMIPA Unsulbar: Penting Digitalisasi Data di Lingkungan Kampus

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat atas kepeduliannya kepada masyarakat Desa Tandassura. Kehadiran program ini sangat membantu warga untuk lebih memahami pentingnya menjaga tekanan darah, melakukan pemeriksaan secara rutin, dan menerapkan pola hidup sehat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” katanya.

Melalui program GERCEP Hipertensi, tim pengabdian menargetkan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi, meningkatnya kepatuhan terhadap pengobatan dan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, serta optimalnya pemanfaatan Pojok PATUH sebagai pusat edukasi dan layanan pemantauan kesehatan berbasis masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi Universitas Sulawesi Barat dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka kejadian penyakit tidak menular melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *