Pancasila Adalah Pijakan Kabupaten Sumenep Menuju Harmoni dan Kesejahteraan

Avatar photo
Pengibaran bendera upacara perayaan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Pemkab Sumenep (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Di tengah lanskap sosial yang berlapis-lapis oleh keberagaman budaya, tradisi, dan keyakinan, Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan posisi Pancasila sebagai pijakan utama dalam merawat harmoni masyarakat sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, melainkan juga nilai-nilai ideologis yang hidup di tengah masyarakat.

Kabupaten Sumenep dikenal sebagai wilayah yang unik, membentang dari daratan hingga gugusan kepulauan yang tersebar luas. Di dalamnya, masyarakat hidup dengan latar belakang yang beragam, baik dari sisi suku, budaya, maupun tradisi. Namun, keberagaman tersebut tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan justru menjadi kekuatan sosial yang mengikat kehidupan masyarakat dalam semangat persatuan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Kabupaten Sumenep yang dicintai merupakan daerah yang membentang dari wilayah daratan hingga kepulauan dengan masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, budaya, tradisi, dan keyakinan, namun tetap mampu menjaga keharmonisan dan persatuan.

Baca Juga  Diresmikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Monumen Keris Arya Wiraraja Pecahkan Rekor MURI

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai yang terkandung di dalamnya harus terus diimplementasikan dalam setiap aspek pembangunan dan kehidupan bermasyarakat,” katanya (02/06).

Ia mengatakan, bahwa pembangunan di Sumenep tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai dasar bangsa. Pancasila hadir bukan sekadar simbol, tetapi sebagai ruh yang mengarahkan kebijakan, perilaku sosial, dan interaksi antarwarga.

Nilai ketuhanan, misalnya, menjadi landasan utama dalam menjaga kehidupan religius masyarakat. Dalam konteks Sumenep yang dikenal religius, nilai ini mendorong terciptanya sikap saling menghormati antarumat beragama. Toleransi tidak hanya menjadi jargon, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sosial yang mengakar kuat.

Sementara itu, nilai kemanusiaan mengajarkan pentingnya memperlakukan sesama dengan adil dan beradab. Pemerintah daerah terus mendorong tumbuhnya empati sosial, terutama terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih. Hal ini menjadi penting agar pembangunan tidak hanya dirasakan oleh sebagian kalangan, tetapi merata hingga lapisan paling bawah.

Baca Juga  Kecam KDRT Berujung Maut, KOPRI PC PMII Sumenep Nilai Pemerintah Abai Berikan Perlindungan Terhadap Perempuan

Dalam dimensi persatuan, semangat gotong royong kembali ditegaskan sebagai kekuatan utama masyarakat Sumenep. Tradisi kebersamaan yang telah hidup sejak lama menjadi modal sosial yang tak ternilai dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan kekuatan besar yang telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Kabupaten Sumenep sejak dahulu yang harus terpelihara sampai kapanpun,” jelasnya.

Lebih jauh, nilai kerakyatan menjadi dasar dalam proses pengambilan kebijakan. Pemerintah Kabupaten Sumenep berupaya membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat melalui musyawarah dan dialog. Pendekatan ini diyakini mampu melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran karena berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

“Nilai keadilan sosial menjadi tujuan utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata, baik di wilayah daratan maupun kepulauan, sehingga Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen menghadirkan pembangunan inklusif yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga  15 Desa di Sumenep Jadi Fokus Penanganan Stunting 2025

Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai program pembangunan yang diarahkan untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah. Pemerintah daerah menyadari bahwa tantangan geografis Sumenep membutuhkan pendekatan khusus agar pembangunan tidak terpusat hanya di daratan, tetapi juga menjangkau wilayah kepulauan secara adil.

Di akhir pernyataannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Ia menekankan bahwa masa depan Sumenep tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial.

“Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, tentu saja Kabupaten Sumenep semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, serta mampu mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *