Bupati Hadiri Peluncuran Produk Garam Konsumsi dan SPA

Avatar photo
Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat menghadiri peluncuran garam konsumsi dan garam SPA (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas garam terus dilakukan di Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui inovasi pengolahan garam menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan peluncuran produk garam konsumsi dan garam SPA yang diproduksi oleh PT Mulya Anugerah Sumekar.

Peluncuran produk tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo pada Selasa (10/03/2026). Acara berlangsung di halaman kantor perusahaan yang terletak di kawasan utara BMKG Lojikantang, Kalianget Barat, Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat. Di antaranya Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada, perwakilan Polres Sumenep, Camat Kalianget, serta Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar.

Selain unsur pemerintahan dan lembaga keuangan daerah, peluncuran produk garam tersebut juga dihadiri sejumlah pengusaha muda di Kabupaten Sumenep. Di antaranya Babur yang dikenal sebagai pengusaha kontraktor muda, serta Wiwid yang bergerak di sektor pengembangan perumahan.

Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan terhadap pengembangan industri garam di daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi garam terbesar di Jawa Timur.

Baca Juga  Pemprov Sulbar Bakal Gelar Turnamen Sepakbola Piala Gubernur

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi memberikan apresiasi kepada pelaku usaha muda yang berani mengembangkan potensi garam lokal menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Saya sangat bangga kepada Molyani sebagai pengusaha muda yang mampu memproduksi garam konsumsi dan garam untuk SPA atau kosmetik. Ini merupakan langkah positif karena selain mengembangkan potensi garam di Sumenep, juga membantu pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bupati, keberadaan industri pengolahan seperti ini menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing komoditas garam Sumenep. Selama ini garam sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai ekonominya relatif terbatas.

Padahal, Kabupaten Sumenep memiliki potensi produksi garam yang sangat besar, terutama dari wilayah pesisir dan tambak-tambak garam yang tersebar di berbagai kecamatan. Jika potensi tersebut diolah melalui inovasi dan teknologi, maka garam tidak hanya menjadi komoditas tradisional, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk industri yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Baca Juga  Usai Lebaran, RSUD Moh Anwar Perkuat Layanan Kesehatan

“Potensi garam di Sumenep sangat besar. Jika dikelola dengan inovasi dan kreativitas seperti ini, maka garam tidak hanya menjadi komoditas tradisional, tetapi bisa berkembang menjadi produk industri yang memiliki daya saing tinggi,” tambahnya.

Ia juga berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang terlibat dalam pengembangan produk turunan garam sehingga dapat memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petambak garam.

Sementara itu, Direktur Utama PT Mulya Anugerah Sumekar, Molyani, menjelaskan bahwa peluncuran produk garam konsumsi dan garam SPA merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengangkat potensi garam lokal agar lebih dikenal di pasar yang lebih luas.

Menurutnya, selama ini garam Sumenep dikenal sebagai salah satu garam berkualitas tinggi di Indonesia. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada kebutuhan dasar. Oleh karena itu, perusahaan mencoba menghadirkan inovasi dengan memproduksi garam dalam bentuk yang lebih modern.

“Melalui produk ini kami ingin menghadirkan garam Sumenep dalam bentuk yang lebih modern dan bernilai tambah. Tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga untuk industri kecantikan dan perawatan tubuh,” ujarnya.

Baca Juga  Pertamina Pastikan Stok BBM di Sulbar Aman, Distribusi Berjalan Normal Pasca Sidak SPBU Wonomulyo

Garam SPA yang diluncurkan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan perawatan tubuh, seperti terapi relaksasi, perawatan kulit, hingga kebutuhan kosmetik. Produk tersebut diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas, termasuk sektor industri kecantikan yang terus berkembang.

Selain itu, pengembangan produk garam bernilai tambah juga diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para petambak garam. Dengan adanya industri pengolahan, hasil produksi petambak tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan dengan harga jual lebih tinggi.

Molyani berharap inovasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun industri garam yang lebih maju di Kabupaten Sumenep.
Ia juga berharap ke depan garam Sumenep tidak hanya dikenal sebagai bahan konsumsi dasar, tetapi juga sebagai komoditas industri yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *