Jembatan Pussepang Ambruk, Warga Nekat Arungi Sungai Demi Sekolah dan Cari Nafkah

Avatar photo
Warga Nekat Menyebrang Meskipun Berbahaya

POLMAN.MASALEMBO.ID — Lambannya penanganan pasca ambruknya Jembatan Pussepang di Desa Jambu Malea, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, kini menuai sorotan warga.

Hingga saat ini, akses penghubung utama tersebut belum juga diperbaiki maupun dipasangi jembatan darurat.

Akibatnya, warga terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai demi menjalankan aktivitas sehari-hari. 

Mereka hanya berpegangan pada sebatang bambu yang dipasang seadanya untuk melawan arus sungai.

Baca Juga  Atletik Angkat Martabat Sumenep di Porprov IX Jatim 2025, Tiga Medali Diraih Sekaligus

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, Para orang tua bahkan harus menggendong anak-anak mereka saat menyeberang agar tetap bisa bersekolah.

“Terpaksa kami lewat sungai karena anak-anak harus pergi sekolah,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Tak hanya pelajar, para petani yang memiliki lahan di seberang sungai juga terpaksa melintasi arus demi mencari nafkah. Mereka mengaku tidak memiliki pilihan lain karena akses utama menuju area persawahan terputus total.

Baca Juga  BPBD Sulbar-Polman Gerak Cepat Atasi Jembatan Rusak di Matangnga Pasca Banjir

“Kami terpaksa menyeberang karena sawah ada di seberang. Kami tidak sanggup setiap hari memutar lewat jalan yang terlalu jauh, sementara kondisi ini sangat berbahaya, apalagi sekarang musim hujan. Kami khawatir kalau tiba-tiba air sungai naik,” ungkap Amin, seorang petani setempat.

Warga menilai hingga kini belum ada langkah cepat yang benar-benar dirasakan masyarakat. 

Baca Juga  Sulbar Masuk 5 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, SDK: Pancadaya Mulai Terasa

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran, sebab keselamatan warga—khususnya anak-anak sekolah—setiap hari berada dalam ancaman saat harus melintasi sungai yang arusnya sewaktu-waktu bisa deras.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret dengan menghadirkan jembatan darurat, agar aktivitas warga kembali normal dan potensi terjadinya korban jiwa dapat dihindari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *