SUMENEP, MASALEMBO.ID – Capaian akademik kembali diraih oleh Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura melalui kiprah salah satu dosennya yang berhasil menembus program hibah nasional bergengsi. Najiatun, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sukses meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Tahun 2026 melalui riset yang mengangkat pemanfaatan teknologi virtual reality dalam strategi pemasaran modern.
Keberhasilan ini menjadi penanda kuat bahwa UNIBA Madura terus mendorong pengembangan riset yang adaptif terhadap dinamika zaman, khususnya di era digital yang kian berkembang pesat. Penelitian yang diusung Najiatun berjudul “Analisis Efektivitas Virtual Reality Marketing terhadap Self-Visualization Konsumen Melalui Pendekatan Eksperimental” dinilai memiliki nilai kebaruan sekaligus relevansi tinggi dengan kebutuhan industri saat ini.
Dalam riset tersebut, Najiatun mengkaji secara mendalam bagaimana teknologi virtual reality (VR) dapat memengaruhi persepsi dan imajinasi konsumen terhadap suatu produk. Pendekatan eksperimental yang digunakan memungkinkan penelitian ini menghasilkan data yang lebih akurat dan terukur, sehingga mampu memberikan gambaran nyata mengenai efektivitas penggunaan VR dalam pemasaran.
Fokus utama penelitian ini terletak pada konsep self-visualization, yakni kemampuan konsumen untuk membayangkan diri mereka saat menggunakan produk tertentu. Konsep ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan keputusan pembelian dan keterlibatan emosional konsumen terhadap suatu brand.
“Virtual reality memberikan pengalaman yang lebih imersif bagi konsumen. Dengan penelitian ini, kami ingin melihat sejauh mana teknologi tersebut dapat meningkatkan keterlibatan emosional dan membantu konsumen memvisualisasikan diri mereka dalam penggunaan produk,” jelasnya (13/04).
Menurutnya, teknologi VR tidak hanya sekadar alat bantu visual, melainkan juga menjadi medium yang mampu menciptakan pengalaman interaktif bagi konsumen. Dengan pengalaman yang lebih nyata, konsumen dapat merasakan secara langsung manfaat produk, meskipun dalam lingkungan virtual.
Dia menambahkan, pemanfaatan virtual reality marketing berpotensi besar untuk meningkatkan daya tarik produk serta memperkuat keputusan pembelian konsumen. Hal ini menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran yang lebih inovatif dan efektif.
Keunggulan riset ini tidak hanya terletak pada aspek teoritis, tetapi juga pada potensi implementasinya dalam dunia bisnis. Dalam konteks industri kreatif dan pemasaran digital, penggunaan VR dinilai mampu menjadi pembeda yang signifikan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Selain aktif dalam penelitian, Najiatun juga dikenal sebagai akademisi yang konsisten menjalankan tridarma perguruan tinggi. Dalam bidang pengajaran, ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknologi dalam praktik nyata. Ia kerap mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis serta responsif terhadap perubahan tren digital.
Di sisi lain, kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat juga tidak kalah signifikan. Najiatun terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah dalam mengembangkan strategi pemasaran berbasis teknologi. Upaya ini dinilai penting untuk membantu pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di era digital.
Prestasi yang diraih ini diharapkan semakin memperkuat posisi UNIBA Madura sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam menghasilkan riset yang berdampak nyata. Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi civitas akademika lainnya untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan pencapaian tersebut, UNIBA Madura kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan berorientasi pada solusi. Riset yang dihasilkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi dunia industri dan masyarakat luas.
“Riset yang diusung tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki implikasi praktis bagi dunia bisnis dan industri kreatif,” pungkasnya. (Red/TH)












