SUMENEP, MASALEMBO.ID – Komitmen mendorong keterbukaan informasi publik terus diperkuat di Kabupaten Sumenep. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui penjajakan kerja sama antara Komisi Informasi (KI) Sumenep dan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara lembaga pengawas informasi dan institusi pendidikan tinggi.
Pada Senin (15/4/2026), lima komisioner KI Sumenep melakukan kunjungan resmi ke kampus UNIBA. Mereka adalah Moh Rifai, Winanto, Ahmad Ainol Horri, Hasdani Roi, dan Kamarullah. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Rektor UNIBA, Prof. Rachmad Hidayat, bersama jajaran pimpinan kampus di ruang rektorat.
Kunjungan ini tidak sekadar agenda silaturahmi, melainkan upaya strategis untuk memperluas jejaring kemitraan dalam mendorong keterbukaan informasi publik di daerah. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat.
Ketua KI Sumenep, Moh Rifai, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menanamkan nilai-nilai transparansi kepada generasi muda. Menurutnya, kampus bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, termasuk dalam hal kesadaran akan hak memperoleh informasi.
“Kerja sama dengan kampus seperti UNIBA sangat penting. Ini menjadi langkah konkret dalam mendorong literasi keterbukaan informasi publik di kalangan akademisi,” ujarnya (15/06).
Ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam isu keterbukaan informasi akan memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan demokrasi. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong transparansi di berbagai sektor.
Lebih lanjut, Rifai menjelaskan bahwa kolaborasi yang dirancang tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata. KI Sumenep menginginkan adanya program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya sebatas seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam program nyata, seperti edukasi, seminar, serta penguatan kapasitas mahasiswa terkait hak atas informasi publik.
Sementara itu, Rektor UNIBA, Prof. Rachmad Hidayat, menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kampus memiliki komitmen kuat dalam mendukung keterbukaan informasi sebagai bagian dari tata kelola yang baik.
“UNIBA siap bekerja sama untuk mendukung keterbukaan informasi publik. Bahkan, kami telah mulai mengintegrasikan materi terkait keterbukaan informasi dalam kegiatan perkuliahan,” ungkapnya.
Menurut Rachmad, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kampus dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran terhadap pentingnya transparansi.
Ia menilai, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan pemerintahan dan lembaga yang akuntabel. Oleh karena itu, pendidikan tentang hal ini perlu diberikan sejak dini kepada mahasiswa.
Selain itu, Rachmad juga melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk memperkuat peran kampus dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai program bersama KI Sumenep, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam kegiatan edukasi publik terkait hak atas informasi.
Sinergi antara KI Sumenep dan UNIBA diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung keterbukaan informasi di Kabupaten Sumenep. Tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga menjangkau masyarakat secara luas. Ia juga berharap sinergi antara KI Sumenep dan UNIBA dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
“Kami berharap Sumenep ke depan bisa menjadi kabupaten yang informatif dan transparan,” tandasnya. (Red/TH)












