SUMENEP, MASALEMBO.ID – RSUD dr. H. Moh. Anwar kini terus menunjukkan inovasinya dalam rangka meningkatkan pelayanan mutu. Kali ini antrean pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dipermudah dengan penerapan sistem antrean online berbasis digital.
Langkah ini menjadi bukti nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas dan efisiensi pelayanan publik di sektor kesehatan. Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan medis, tidak lagi perlu menunggu lama di ruang tunggu rumah sakit.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat mendampingi kunjungan Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan di RSUD dr. H. Moh. Anwar menyampaikan bahwa penerapan sistem ini merupakan jawaban terhadap tantangan layanan publik masa kini yang menuntut kecepatan dan akurasi.
“Digitalisasi antrean ini adalah bagian dari upaya kami menjawab tantangan pelayanan publik agar lebih cepat, efisien, dan tentunya memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan,” ujarnya (11/07).
Sistem antrean berbasis digital memungkinkan pasien mengetahui jadwal pemeriksaan secara pasti, sehingga waktu tunggu di rumah sakit bisa diminimalkan. Menurut Bupati Fauzi, hal ini juga berdampak positif pada aspek kesehatan lingkungan rumah sakit.
“Dengan sistem ini, pasien tidak perlu menunggu lama. Mereka datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ini mengurangi risiko penyebaran penyakit akibat kerumunan,” tambahnya.
Sementara itu Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, saat kunjungan kerja ke RSUD dr. H. Moh. Anwar mengatakan, kedatangannya itu adalah momen penting dalam proses evaluasi implementasi layanan digital di rumah sakit tersebut.
Ia menegaskan bahwa RSUD dr. H. Moh. Anwar menjadi salah satu rumah sakit rujukan di wilayah Madura yang menunjukkan kesiapan penuh dalam digitalisasi layanan JKN.
“Kami datang untuk melihat langsung bagaimana digitalisasi JKN diterapkan. RSUD ini termasuk yang aktif dan progresif dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelayanan,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil monitoring terhadap sejumlah pasien, lebih dari separuh telah menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mendaftar dan mengakses layanan kesehatan di RSUD Sumenep. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai beradaptasi dengan sistem digital dan merasa terbantu olehnya.
“Ini bukti bahwa pemanfaatan layanan digital sudah mulai berjalan baik. Lebih dari 50 persen pasien menggunakan Mobile JKN, dan kami optimis angka ini akan terus meningkat,” jelasnya.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga terus mengembangkan integrasi data melalui penerapan Electronic Medical Record (EMR). Sistem ini memungkinkan rekam medis pasien bisa diakses dengan mudah di seluruh fasilitas kesehatan yang telah terkoneksi.
“Dengan rekam medis elektronik, data pasien sudah tersimpan dan dapat diakses saat berobat ke fasilitas lain. Ini sangat efisien dan memudahkan proses layanan,” tuturnya.
Di sisi lain, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, menyampaikan bahwa pihaknya terus berinovasi dan memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan layanan terbaik. Ia menekankan bahwa digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga menyangkut peningkatan mutu layanan dan kepuasan pasien.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi digital demi kenyamanan masyarakat. Ini juga bagian dari komitmen kami untuk beradaptasi dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Kunjungan dari jajaran BPJS Kesehatan ini, menurut Erliyati, menjadi motivasi tambahan bagi manajemen rumah sakit untuk mempercepat transformasi digital secara menyeluruh. Dukungan dari pemerintah daerah dan BPJS menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang modern dan inklusif.
“Dengan sinergi yang kuat, kami percaya bahwa RSUD Sumenep bisa menjadi rumah sakit rujukan digital yang diandalkan masyarakat,” pungkasnya. (Red/TH)












