SUMENEP, MASALEMBO.ID – Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang berkembang pesat dan berdaya saing tinggi. Kali ini, capaian membanggakan datang dari para dosennya yang berhasil meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Tahun 2026, sebuah program prestisius di tingkat nasional yang menjadi tolok ukur kualitas riset akademik di Indonesia.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga mempertegas eksistensi UNIBA Madura dalam peta pendidikan tinggi nasional. Sejumlah dosen berhasil lolos dalam skema kompetitif Program Penelitian Dosen Pemula (PDP), yang dikenal memiliki standar seleksi ketat dan berorientasi pada inovasi serta dampak nyata.
Nama-nama seperti Fitri Yuliana, Najiatun, Yuni Putri Utami, Moh. Wakid, Bondan Dewabrata, dan Ahmad Syaqi menjadi bagian dari deretan akademisi yang sukses menembus program tersebut. Mereka dinilai mampu menghadirkan gagasan riset yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus menawarkan solusi konkret atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Capaian tersebut semakin lengkap dengan keberhasilan Dr. Ach. Zuhri yang memimpin Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Program ini menitikberatkan pada penerapan hasil riset secara langsung di lapangan, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan riil.
Dr. Ach. Zuhri menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya atas capaian kolektif para dosen UNIBA Madura. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, kolaborasi, serta semangat inovasi yang terus ditanamkan di lingkungan kampus.
“Ini adalah bukti bahwa dosen UNIBA Madura mampu bersaing di tingkat nasional. Kami terus mendorong lahirnya riset-riset berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga solutif bagi masyarakat,” ungkapnya (14/04).
Dia menegaskan bahwa hibah BIMA bukan sekadar prestasi, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan penelitian dan pengabdian yang berdampak luas.
“Capaian ini harus menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” tambahnya.
Pihaknya turut memberikan apresiasi tinggi. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi UNIBA Madura sebagai perguruan tinggi yang produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
Momentum ini sekaligus menjadi indikator bahwa UNIBA Madura tidak hanya fokus pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga serius mengembangkan budaya riset dan pengabdian masyarakat. Dalam konteks pendidikan tinggi modern, keseimbangan antara pengajaran, penelitian, dan pengabdian menjadi elemen krusial yang menentukan kualitas institusi.
Dengan diraihnya hibah BIMA 2026, UNIBA Madura berhasil menegaskan diri sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Riset yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran teoritis, melainkan diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Ke depan, capaian ini diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas karya ilmiah dan memperluas jaringan kolaborasi. Selain itu, keberhasilan ini juga membuka peluang lebih besar bagi UNIBA Madura untuk terlibat dalam program-program nasional lainnya yang berorientasi pada inovasi dan pemberdayaan masyarakat. (Red/TH)












