JAKARTA, masalembo.id – Kabar mengejutkan sekaligus membanggakan datang dari dunia hiburan dan intelektual tanah air. Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau yang lebih akrab disapa Noe Letto, resmi ditunjuk sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Pelantikan putra sulung budayawan besar Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa kehadiran Sabrang di jajaran DPN bertujuan untuk memberikan perspektif baru yang lebih segar dan multidimensi.
“Sabrang beserta tenaga ahli lainnya bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi strategis sesuai bidang keahliannya.
Kontribusi pemikiran mereka sangat dibutuhkan dalam memperkaya kajian DPN, terutama dari perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis,” ujar Rico kepada awak media.
Sabrang tidak sendirian. Ia dilantik bersama 11 tenaga ahli lainnya, termasuk Frank Alexander Hutapea yang merupakan praktisi hukum. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan strategi pertahanan yang lebih adaptif di era digital dan dinamika sosial yang makin kompleks.
Profil Intelektual di Balik Lirik Puitis
Bagi masyarakat luas, Sabrang lebih dikenal sebagai vokalis band Letto yang melahirkan hits seperti “Sandaran Hati” dan “Ruang Rindu”. Namun, di balik karier musiknya, pria kelahiran 10 Juni 1979 ini adalah seorang pemikir yang memiliki latar belakang pendidikan mumpuni.
Sabrang merupakan lulusan University of Alberta, Kanada, dengan fokus studi di bidang Matematika dan Fisika. Kombinasi antara logika sains dan kedalaman rasa sebagai seniman menjadikannya sosok yang dinilai tepat untuk mengkaji isu-isu pertahanan dari sudut pandang sosiokultural.
Rekam Jejak Pendidikan & Karier:
- Pendidikan: SD 1 Yosomulyo Lampung, SMP Xaverius Metro, SMAN 7 Yogyakarta, hingga University of Alberta, Kanada.
- Musik: Mendirikan Letto (2004) dengan empat album studio yang sukses besar di pasar musik Indonesia.
- Aktivisme: Aktif dalam forum-forum diskusi filosofis dan teknologi, serta sering terlibat dalam gerakan pemikiran kreatif bersama komunitas Maiyah. (*/har)












