Sulbar Masuk 5 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, SDK: Pancadaya Mulai Terasa

Avatar photo
Suhardi Duka (ist)

MAMUJU, MASALEMBO.ID – Provinsi Sulawesi Barat kembali mencatat capaian positif dalam kinerja ekonomi daerah. Berdasarkan data BPS terbaru pertumbuhan ekonomi nasional, Sulbar berhasil masuk dalam daftar lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Capaian ini mendapat perhatian Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), yang menilai bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil nyata dari pelaksanaan program Pancadaya, yakni lima misi pembangunan daerah yang menjadi dasar kebijakan pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga (JSM).

Melalui sebuah unggahan di akun Facebook resminya, SDK menyampaikan apresiasi sekaligus refleksi terhadap perkembangan ekonomi daerah. Ia menilai, capaian tersebut menunjukkan arah pembangunan yang selama ini dijalankan mulai memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga  ‎Mahasiswa Sulbar di Yogyakarta Galang Dana untuk Korban Kebakaran Galung Tulu‎

“Masuk di posisi ke 5 besar provinsi yg tumbuh dgn baik, artinya Pancadaya mulai terasa,” tulis Suhardi dalam unggahan tersebut.

Pancadaya sendiri merupakan penjabaran visi “Maju dan Sejahtera: Maju Daerahnya, Sejahtera Rakyatnya.” Visi ini kemudian diterjemahkan ke dalam lima misi pembangunan yang menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.

Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong pemerataan pembangunan di berbagai sektor, baik perkotaan maupun pedesaan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu saja. Pemerintah juga membuka ruang lebih luas bagi investasi, pengembangan UMKM, sektor pertanian, perikanan, serta peluang ekonomi berbasis masyarakat.

Baca Juga  Pemprov Sulbar Bakal Gelar Turnamen Sepakbola Piala Gubernur

Kedua, mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program-program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan ekonomi keluarga terus digerakkan. Pemerintah daerah menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah pusat.

Ketiga, membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Fokus kebijakan mencakup peningkatan layanan pendidikan, penguatan fasilitas dan akses kesehatan, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja. Peningkatan kualitas SDM diyakini menjadi penentu daya saing Sulbar dalam jangka panjang.

Keempat, pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan hidup. Pembangunan jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas dasar terus dilanjutkan. Namun, pemerintah juga menekankan pentingnya keseimbangan dengan kelestarian alam, mengingat Sulbar memiliki kawasan hutan dan pesisir yang luas dan rentan.

Baca Juga  Komunitas Pencinta Lingkungan di Polman Tanam Ribuan Pohon Mangrove

Kelima, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel. Pemerintah provinsi berupaya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

SDK menyebut bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Sulbar menjadi tanda bahwa kebijakan pembangunan yang dijalankan berjalan pada jalur yang tepat. Ia berharap kerja kolaboratif antar pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat terus diperkuat agar manfaat pembangunan semakin dirasakan luas.

Pemerintah Provinsi Sulbar meyakini bahwa keberlanjutan Pancadaya akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.

Berikut data 10 provinsi tertinggi pertumbuhan ekonomi 2025. (Sumber: BPS)

PeringkatProvinsiPertumbuhan Ekonomi (%)
1Maluku Utara39,10
2Sulawesi Tengah7,79
3Kepulauan Riau7,48
4Bali5,88
5Sulawesi Barat5,83
6Sulawesi Tenggara5,65
7Gorontalo5,49
8D.I. Yogyakarta5,40
9Sulawesi Utara5,39
10Jawa Tengah5,37

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *