SUMENEP, MASALEMBO.ID– Dalam beberapa bulan terakhir ditengah hiruk- pikuk Pilkada Sumenep 2023 munculnya fenomena aktivis mahasiswa dan alumni yang secara terbuka, menyatakan diri menjadi tim sukses ataupun relawan para kontestan yang bertarung memperebutkan kursi nomer satu di Kabupaten Sumenep.
Menanggapi fenomena tersebut, aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kangean Malkan menilai, keterlibatan anak muda yang berlatar belakang aktivis dan mahasiswa sangatlah penting dalam setiap proses demokrasi elektoral.
Namun, masuknya aktivis di gelanggang politik Pilkada Sumenep 2024 haruslah dilandaskan pada nilai-nilai demokrasi kerakyatan. Jangan sampai, kehadirannya hanya sekedar memanfaatkan momentum politik untuk tujuan-tujuan pragmatisme personal.
“Kawan-kawan aktifis yang hari ini sedang terlibat dalam pesta demokrasi baik yang menjadi tim relawan dan penyelenggara tanpa terkecuali, saya ingatkan pentingnya menjaga kewarasannya jangan akal sehat kalian di tukar dengan finansial atau jabatan semata,” ujarnya Sabtu 02/11/2024.
Sebagai generasi yang berlatar belakang mahasiswa dan kampus, penting kiranya bagi setiap insan aktivis untuk menggunakan rasionalitas dan kewarasannya dalam momentum politik setiap, sehingga dapat mendorong kontestasi Pilkada Sumenep 2024 lebih sehat dan tidak tercerabut dari akarnya.
Sejatinya kontestasi merupakan wadah bagi masyarakat termasuk aktivis mahasiswa yang disediakan oleh negara, untuk menentukan arah kemajuan suatu daerah dengan menentukan pemimpin yang memiliki kapasitas membawa Kabupaten Sumenep khususnya menunaikan janji kemerdekaan kepada rakyat.
“Aktivis mahasiswa tidak boleh terpisah dari rakyat, makanya ketika terlibat langsung dalam proses demokrasi seperti Pilkada haruslah membawa kepentingan rakyat bukan untuk jabatan tertentu,” urainya.
Selain itu Malkan juga mengingatkan, jangan sampai kepercayaan masyarakat kepada aktivis dan mahasiswa terdegradasi hanya karena ulah segelintir orang. Sebab secara empiris masih segar dalam memori kolektif rakyat, dimana ketika mahasiswa masuk ke gelanggang politik baik sebagai kandidat maupun tim sukses tujuannya hanya untuk jabatan dan memperkaya diri.
“Terdapat situasi yang sangat miris dan tragis dimanan kepercayaan masyarakat terhadap aktivis sebagai penyambung lidah rakyat maka mulai luntur. Kembalikan marwa dari roh aktifis, tunjukkan kalo aktivis masih bersama rakyat,” ungkapnya.
Malkan berharap teman-teman sejawatnya yang terlibat secara serius pada kontestasi Pilkada Sumenep 2024, ketika nantinya berkuasa tidak hilang daya kritisnya ketika berada dalam lingkar kekuasaan.
Sebab, kekuasaan ini sangat rentan dengan penyalahgunaan, karena dipersenjatai oleh kewenangan yang sesekali membuat individu gelap mata. Pada titik inilah partisipasi sipil terutama mahasiswa dan aktivis dibutuhkan dalam bentuk kritik, yang dapat menjadi alarm bagi kekuasaan agar tetap berjalan dalam track yang benar.
“Jangan sampai ketika masuk kedalam kekuasaan, daya kritik mahasiswa atau aktivis jadi melempem. Pertajam pisau analisa dan kewarasannya, dan tetaplah bicara kebenaran dan keadilan,” harapnya. (TH)












