Warga 4 Dusun di Desa Tapua Matangnga Masih Kesulitan Akses Jalan Usai Jembatan Putus

Jembatan sungai Tapua terputus usai diterjang banjir luapan sungai pada Rabu, 21 Mei lalu. (Foto: Asrianto)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Warga empat dusun di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hingga saat ini masih mengalami kesulitan untuk mengakses berbagai kebutuhan mereka di pasar. Kondisi ini terjadi setelah jembatan penyeberangan rusak akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Rabu, 21 Mei lalu.

Saat ini, warga hanya bisa menggunakan rakit untuk menyeberangkan kendaraan mereka menuju pusat kecamatan Matangnga. Hasanah, salah seorang warga setempat, mengatakan bahwa hingga saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Banjir kemarin menghanyutkan jembatan kayu yang sebelumnya digunakan oleh warga untuk menyeberangi sungai,” ujar Hasanah, Sabtu (24/5/2025).

Baca Juga  Sulbar Juara Nasional, 648 Koperasi Merah Putih Siap Diluncurkan Serentak di Mamasa dan Polman

Hasanah mengaku bahwa sejak pasca banjir, pihak Pemerintah Daerah sudah melakukan distribusi bantuan kepada warga setempat. Namun, sampai saat ini warga masih kesulitan akses transportasi.

“Memang sudah ada (bantuan), sejak hari kedua pasca banjir tapi akses jalan ini yang masih jadi masalah utama,” jelasnya.

Jarak dari keempat dusun tersebut menuju pusat kecamatan atau pasar memakan waktu sekitar 1 jam dan 30 menit perjalanan. Warga yang ingin melakukan belanja di pasar terpaksa hanya dapat menggunakan rakit penyeberangan.

Baca Juga  Tiket Pesawat Murah di Bandara Trunojoyo, Pemerintah Kucurkan Rp12 Miliar Subsidi

Adapun keempat dusun yang masih terisolasi yaitu Dusun Tapua, Dusun Sepang, Dusun Pussenda, dan Dusun Mappamombong. Keempat dusun tersebut masuk wilayah administrasi desa Tapua.

Jembatan Kayu Rusak, Warga Berharap Jembatan Permanen

Sebelum banjir memang sudah ada jembatan, namun hanya berupa jembatan kayu yang belum permanen. Jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh warga setempat tanpa bantuan pemerintah.
Warga setempat tentunya sangat berharap agar pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, untuk segera membangun jembatan permanen.

Baca Juga  Bupati Mamasa Buka Kemah Kerja PPGTM Wilayah IV di Desa Kanan

“Kami berharap pemerintah dapat membangun jembatan permanen agar warga tidak kesulitan lagi melakukan akses ke pasar dan untuk belanja kebutuhan pokok mereka, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini yang sering merusak jembatan penyeberangan,” harap Hasanah, warga yang juga bidan desa setempat.

Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat desa Tapua dengan empat dusun di dalamnya merupakan wilayah yang cukup ramai penduduk. Mereka kini membutuhkan akses transportasi yang memadai untuk menunjang aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat. (har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *