SUMENEP, MASALEMBO.ID – Universitas PGRI (UPI) Sumenep menegaskan langkah strategisnya untuk mempercepat visi sebagai perguruan tinggi berdaya saing global dengan memperkuat misi internasionalisasi di berbagai lini. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UPI Sumenep, Asmoni, dalam momentum Wisuda yang digelar di Graha Adi Poday, (22/11).
Langkah ini diambil sebagai jawaban atas dinamika pendidikan tinggi yang semakin cepat, kompetitif, dan menuntut kapasitas adaptasi lebih luas.
Dalam forum resmi tersebut, Asmoni menekankan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya berorientasi lokal. Kampus dituntut mampu menghadirkan kontribusi konkret bagi pembangunan nasional, sekaligus menjawab tantangan global yang kian kompleks dan saling terhubung.
“Dinamika pendidikan tinggi menuntut kita untuk siap memberikan kontribusi yang relevan, baik bagi pembangunan nasional maupun dalam konteks global. Tantangan ini menjadi energi baru untuk bangkit, berbenah, dan terus berinovasi,” ujarnya.
Menurutnya, internasionalisasi bukan sekadar slogan, melainkan strategi jangka panjang yang harus diwujudkan melalui langkah nyata, terstruktur, dan berkelanjutan. UPI Sumenep memposisikan diri sebagai kampus yang aktif membangun jejaring internasional demi mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.
Sebagai bagian dari realisasi komitmen tersebut, UPI Sumenep telah menjalin kerja sama lintas negara, salah satunya melalui program magang mahasiswa ke luar negeri, termasuk ke Malaysia. Program ini dinilai sebagai langkah konkret untuk memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat kompetensi profesional, serta membentuk karakter yang siap menghadapi persaingan global.
Tidak berhenti di situ, internasionalisasi juga telah ditetapkan sebagai salah satu pilar penting dalam rencana strategis pengembangan kampus. UPI Sumenep mulai mengembangkan berbagai program unggulan berbasis global, salah satunya melalui Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Program ini dirancang untuk menerima mahasiswa asing yang ingin mempelajari bahasa Indonesia, budaya lokal, hingga melakukan riset berbasis kearifan Madura, khususnya di wilayah Sumenep.
Langkah ini memperlihatkan keinginan UPI Sumenep untuk mengambil peran aktif dalam diplomasi budaya dan pendidikan, seiring meningkatnya minat dunia internasional terhadap bahasa dan budaya Indonesia. Posisi bahasa Indonesia yang semakin diakui di kancah internasional menjadi peluang strategis yang ingin dimanfaatkan secara optimal oleh kampus.
UPI Sumenep juga menargetkan pengiriman dosen untuk mengajar bahasa Indonesia di sejumlah negara, sebagai bagian dari upaya memperluas pengaruh akademik sekaligus memperkenalkan identitas bangsa melalui pendidikan.
“Baru-baru ini kami telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Jepang dan Australia. Ke depan, mahasiswa dan dosen UPI Sumenep juga akan kami kirim untuk mengabdikan diri di luar negeri,” tambah Asmoni.
Kerja sama internasional ini, menurutnya, bukan hanya bertujuan meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga membuka ruang pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, serta membangun jejaring akademik global yang berkelanjutan. Mahasiswa dan dosen diharapkan mampu menjadi representasi kampus sekaligus duta budaya Indonesia di kancah internasional.
Di sisi lain, Asmoni menegaskan bahwa orientasi global harus sejalan dengan penguatan internal. Oleh karena itu, UPI Sumenep juga memprioritaskan strategi transformasi digital dan peningkatan mutu layanan sebagai fondasi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pola pembelajaran.
Transformasi digital diarahkan untuk memperbaiki tata kelola pendidikan, meningkatkan efisiensi layanan akademik, serta memastikan proses belajar mengajar berjalan adaptif di tengah era disrupsi teknologi. Digitalisasi ini juga diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman akademik bagi mahasiswa. (Red/TH)












