MATENG, MASALEMBO.ID — Dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Barat pada periode 7-8 Januari 2026 mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Berdasarkan laporan dari Pusdatin BPBD Kabupaten Mamuju Tengah yang diterima oleh Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis, 8 Januari 2026, luapan air dilaporkan telah merendam pemukiman warga serta fasilitas pendidikan.
Wilayah yang terdampak meliputi Dusun Palopo (Desa Barakkang, Kecamatan Budong-Budong), Dusun Sampoang (Desa Lara), Dusun Mora Tengah (Desa Karossa, Kecamatan Karossa), serta Desa Salo Adak dan Desa Mahahe di Kecamatan Tobadak.
Selain rumah warga yang tergenang air, fasilitas umum berupa sekolah PAUD dan akses jalan desa turut terendam, yang mengakibatkan aktivitas masyarakat setempat terhambat secara signifikan.
Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Mamuju Tengah masih disiagakan di lapangan untuk melakukan asesmen mendalam guna memastikan kondisi terkini serta kebutuhan mendesak para korban.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“BPBD Sulbar, sesuai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menginstruksikan agar penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas Yasir Fattah.
BPBD Sulbar berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan dan pendataan dampak banjir ini guna memastikan langkah-langkah darurat dapat tersalurkan dengan tepat sasaran. Terkait perkembangan di lapangan, Yasir menambahkan, “BPBD Subar akan terus melakukan koordinasi ke BPBD Mamuju Tengah dalam proses penanganan dan pendataan dampak banjir.” (ril/har)












