Pemerintah Pusat Bangun 2.600 Hunian Tetap di Aceh dan Sumatera

Avatar photo
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Foto: Merdeka.com)

JAKARTA, MASALEMBO.ID – Pemerintah pusat memastikan langkah konkret dalam penanganan korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 2.600 unit hunian tetap (huntap) akan segera dimulai.

Langkah ini merupakan inisiasi kolaboratif antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama sejumlah yayasan untuk mempercepat ketersediaan rumah layak bagi para penyintas.

“Kami sudah cek lebih dari 10 hari mengenai lokasi-lokasinya, ini 2.600 unit,” ungkap Tito Karnavian saat memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2025) dikutip Antara.

Baca Juga  Sebanyak 50 KK Terdampak Banjir di Desa Bulu Mario, Pasangkayu

Proyek pembangunan rumah permanen ini akan difokuskan pada tiga provinsi terdampak dengan rincian Aceh 1000 unit, Sumatera Utara 1000 unit, Sumatera Barat 600 unit.

Mendagri menjadwalkan kunjungan langsung ke lokasi groundbreaking bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Meski rincian teknis pembagian rumah dan tenggat waktu penyelesaian belum dipaparkan secara rinci, kehadiran huntap ini dipastikan menjadi angin segar bagi proses pemulihan sosial-ekonomi di daerah.

Baca Juga  Dari Panggung Musik ke Meja Strategi: Sabrang ‘Noe’ Letto Resmi Dilantik Jadi Tenaga Ahli Kemhan RI

Bukan Hunian Sementara

Di sisi lain, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan komitmennya untuk memulai konstruksi fisik pada bulan ini. Meski fase penanganan bencana di beberapa titik masih dalam status tanggap darurat, kesiapan lahan dan material disebut telah mencapai angka 2.603 unit.

Maruarar meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan ini berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
“Saat ini sudah siap dibangun 2.603 rumah untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini bukan hunian sementara, tapi hunian tetap. Doakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi kita sudah mulai membangun,” ujar Maruarar dalam keterangannya di Jakarta.

Baca Juga  Baznas Sumenep Turun Tangan Bangun Rumah Warga Terdampak Bencana Angin Puting Beliung

Langkah strategis ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu warga terdampak bencana untuk mendapatkan kembali kehidupan yang stabil di hunian yang layak dan permanen. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *