Hibah PLTS 2 MW Perkuat Listrik Kepulauan Sumenep

Avatar photo
Terlihat Bupati Achmad Fauzi (tengah) saat penandatanganan MoU hibah PLTS (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Upaya memperluas akses energi listrik di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep kembali mendapat dukungan dari sektor swasta. Pemerintah Kabupaten (Pemkba) Sumenep memperoleh hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 Megawatt (MW) yang diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan listrik bagi masyarakat di daerah kepulauan.

Bantuan layanan listrik ini didapatkan Pemkab Sumenep dari PT Torang IWIP Berbakti sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan energi terbarukan di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses listrik. Selain panel surya, hibah tersebut juga dilengkapi dengan baterai penyimpanan energi berkapasitas 8 MW guna memastikan pasokan listrik tetap stabil.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat penandatanganan MoU menyampaikan, apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh BPI Danantara dan Yayasan Torang IWIP Berbakti kepada pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan listrik bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Danantara dan Yayasan Torang IWIP Berbakti, karena bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan,” katanya (13/03).

Pemkab Sumenep telah merencanakan lokasi pembangunan PLTS tersebut di dua wilayah kepulauan, yakni Desa Pagerungan Kecil di Kecamatan Sapeken serta Pulau Gili Labak di Kecamatan Talango. Kedua daerah tersebut selama ini dikenal memiliki kebutuhan energi listrik yang cukup tinggi, sementara ketersediaan listrik masih terbatas.

Baca Juga  APBD Sumenep 2024 Lampaui Target, Bupati Laporkan Capaian dalam LKPJ

Dengan hadirnya pembangkit listrik tenaga surya tersebut, pemerintah daerah berharap kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi secara lebih optimal. Selain itu, penggunaan energi terbarukan dinilai menjadi solusi yang tepat untuk wilayah kepulauan yang memiliki potensi sinar matahari melimpah sepanjang tahun.

Selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayahnya. Pada tahun 2021, tingkat elektrifikasi daerah ini masih berada di kisaran 71 persen. Namun melalui berbagai program pengembangan jaringan listrik dan dukungan dari berbagai pihak, angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2025, rasio elektrifikasi Kabupaten Sumenep telah mencapai sekitar 92 persen. Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses listrik mulai menunjukkan hasil yang positif. Meski demikian, masih terdapat sejumlah wilayah kepulauan yang membutuhkan perhatian lebih agar akses listrik bisa dinikmati secara merata.

Baca Juga  Proyek Tugu Keris Sumenep Tertunda, Rekanan Belum Ditunjuk

Kehadiran PLTS di wilayah Pagerungan Kecil diharapkan mampu memberikan pasokan listrik yang lebih stabil bagi masyarakat. Fasilitas ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mendukung berbagai aktivitas ekonomi yang membutuhkan pasokan energi yang memadai.

“Dengan PLTS ini tentu saja kebutuhan listrik masyarakat di Pagerungan Kecil bisa terpenuhi lebih baik, yang mendorong pemerataan akses energi bagi masyarakat di wilayah kepulauan,” tambahnya.

Dalam momentum yang sama, dilakukan pula penandatanganan sejumlah dokumen penting terkait realisasi hibah tersebut. Salah satunya adalah penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan Yayasan Torang IWIP Berbakti mengenai pemberian fasilitas PLTS kepada pemerintah daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT PLN (Persero). Kerja sama ini mengatur pemanfaatan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya yang akan ditempatkan di Pulau Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken serta Pulau Gili Labak, Kecamatan Talango.

Kolaborasi dengan PLN diharapkan mampu memastikan pengelolaan sistem kelistrikan berjalan secara optimal. Dengan dukungan operator listrik nasional tersebut, keberadaan PLTS dapat terintegrasi dengan sistem jaringan listrik yang ada sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Baca Juga  BBM Macet Pasca Kebakaran SPBU Malunda, IMM Sulbar: Pertamina Harus Gerak Cepat!‎

Sementara itu, CEO BPI Danantara Rosan P Roeslani menyampaikan harapannya agar proyek pembangunan PLTS dapat segera diselesaikan. Ia berharap fasilitas tersebut dapat segera beroperasi sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat di wilayah kepulauan.

“Kami berharap PLN bisa menyelesaikan pengerjaan proyek ini pada Mei 2026, supaya fasilitas PLTS ini bisa segera bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Pengembangan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan di wilayah kepulauan menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses energi di Indonesia. Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional yang mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.

Program tersebut merupakan bagian dari agenda strategis Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan perluasan akses energi hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan.

“Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan, juga mendapatkan akses listrik yang memadai dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *