Lomba MC Madura Jadi Instrumen AKSES Jaga Identitas Lokal

Avatar photo
Kadisdik Sumenep Moh. Iksan (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan di Kabupaten Sumenep melalui kegiatan edukatif yang menyasar generasi muda. Aliansi Komunitas Pendidikan Sumenep (AKSES) menggelar sejumlah lomba dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, dengan fokus utama pada penguatan bahasa daerah sebagai identitas kultural.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah Lomba Pembawa Acara (MC) menggunakan Bahasa Madura. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan dijadikan salah satu instrumen strategis untuk menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah arus globalisasi yang kian masif.

Pelaksanaan lomba tersebut berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep dan diikuti oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Para peserta ditantang untuk menunjukkan kemampuan berkomunikasi secara formal menggunakan Bahasa Madura, sekaligus membangun rasa percaya diri di hadapan publik.

Baca Juga  RSUD dr. Moh. Anwar Terus Tingkatkan Layanan, Hadirkan Solusi Nyata Bagi Kesehatan Masyarakat Sumenep

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, menegaskan pentingnya penggunaan Bahasa Madura dalam ruang-ruang formal pendidikan sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas lokal.

“Bahasa Madura dalam dunia pendidikan dan kegiatan formal merupakan bagian penting, untuk menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi informasi,” katanya (19/05).

Ia menilai bahwa kegiatan seperti lomba MC berbahasa Madura memiliki dampak positif yang luas. Tidak hanya meningkatkan kemampuan public speaking peserta, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya yang tak ternilai.

Menurutnya, Bahasa Madura bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol jati diri masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi kunci utama dalam memastikan bahasa tersebut tetap hidup dan berkembang.

Baca Juga  Penipuan Berkedok Bantuan Pesantren, Nama Bupati Sumenep Dicatut Oknum Tak Bertanggung Jawab

“Generasi muda harus bangga menggunakan Bahasa Madura, jangan sampai bahasa daerah hanya menjadi simbol, sehingga pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya,” terangnya.

Momentum Hardiknas dan Harkitnas, lanjutnya, harus dimaknai lebih luas sebagai kebangkitan dalam membangun karakter bangsar melalui institusi pendidikan. Ia mengungkapkan, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada peserta didik.

“Kami berharap, melalui berbagai lomba yang diinisiasi Aliansi Komunitas Pendidikan Sumenep (AKSES) lahir generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan bahasa daerah sebagai bagian dari jati diri,” tambahnya.

Baca Juga  Obat Diantar ke Rumah, RSUD Sumenep Pangkas Antrean Pasien

Selain lomba pembawa acara, AKSES juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain yang mendukung pengembangan kreativitas siswa. Di antaranya lomba merangkai mainan edukatif dan lomba menulis cerita, yang semuanya dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kreatif sekaligus memperkuat nilai-nilai edukatif berbasis budaya lokal.

Ketua panitia pelaksana, Sucipto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen AKSES dalam menghadirkan program pendidikan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berakar pada budaya daerah. Ia menekankan pentingnya menyediakan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri melalui bahasa dan budaya mereka sendiri.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan positif yang mendukung pengembangan pendidikan, budaya, dan karakter generasi muda di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *