Polman  

Kampoeng Ramadan Masjid Merdeka Wonomulyo, Tradisi Berbagi yang Terus Hidup Enam Tahun Berturut-turut

Avatar photo
Kampoeng Ramadan Masjid Merdeka Wonomulyo, Tradisi Berbagi yang Terus Hidup Enam Tahun Berturut-turut

POLMAN.MASALEMBO.ID — Pelataran Masjid Merdeka di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar kembali dipadati ratusan warga menjelang waktu berbuka puasa.

Selama bulan suci Ramadan, kawasan tersebut disulap menjadi “Kampoeng Ramadan”, sebuah ruang kebersamaan yang telah berlangsung enam tahun berturut-turut.

Berbeda dengan tradisi iftar pada umumnya yang digelar di dalam masjid, suasana berbuka di Masjid Merdeka Wonomulyo justru terasa lebih semarak di halaman masjid yang berada tepat di samping alun-alun kecamatan Wonomulyo 

Ratusan kursi dan meja tersusun rapi, menyambut siapa saja yang ingin singgah dan menikmati hidangan berbuka puasa.

Kampoeng Ramadan ini merupakan inisiatif pengurus masjid sebagai gerakan sosial yang menyediakan tempat dan makanan berbuka bagi masyarakat umum selama sebulan penuh. Setiap harinya, panitia menyiapkan sekitar 350 hingga 400 porsi makanan.

Baca Juga  Polisi Datangi TKP Penemuan Mayat di Pasar Tinambung, Keluarga Tolak Autopsi

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Merdeka Wonomulyo, H. Syarifuddin, mengatakan kegiatan tersebut dapat terus terlaksana berkat dukungan para donatur dan relawan.

“Alhamdulillah, pada Ramadan kali ini kegiatan kembali dilaksanakan selama satu bulan penuh. Ini bisa terlaksana berkat kerja sama para donatur dan relawan di Wonomulyo,” ujarnya di sela-sela berbuka puasa 

Ia menjelaskan, ide Kampoeng Ramadan lahir dari keinginan pengurus masjid untuk menghadirkan ruang kebersamaan dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, Respons warga pun sangat positif sejak pertama kali digelar.

“Bahkan, tiga hari sebelum Ramadan dimulai, seluruh slot donatur sudah terisi penuh, sehingga beberapa pihak yang ingin berpartisipasi harus menunggu kesempatan di tahun berikutnya,” tambahnya.

Baca Juga  Polisi Tangkap Remaja 17 Tahun, Diduga Pelaku Penikaman di Binuang

Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat setempat, H. Zainal Abidin, yang mengaku rutin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut setiap tahun.

“Setiap tahun saya ikut berbuka puasa di sini dan memberikan kontribusi, minimal satu atau dua hari. Bahkan tahun lalu saya bisa berpartisipasi selama 10 hari,” tuturnya 

Tidak hanya menjadi tempat berbuka puasa, Masjid Merdeka Wonomulyo juga menjadi persinggahan bagi para musafir. Beberapa waktu lalu, rombongan pelintas dari Kota Palu yang berjumlah lebih dari 10 orang sempat beristirahat dan menikmati fasilitas yang disediakan pengurus masjid.

Beragam kegiatan religius dan budaya turut memeriahkan Kampoeng Ramadan, seperti lomba azan, hafalan Al-Qur’an, salawat, hingga festival beduk yang digelar pada malam terakhir Ramadan.

Baca Juga  Maulid Nabi di Ponpes Darul Mahfudz Lekopadis, SDK: Orang Pintar dan Beriman Kunci Kemajuan Bangsa

Menariknya, meski telah tiga kali berganti kepengurusan, program Kampoeng Ramadan tetap berlanjut dan kini menjadi tradisi tahunan yang dinanti masyarakat.

Untuk menunjang kenyamanan para pelintas, pengurus masjid juga menyediakan fasilitas homestay sederhana di lantai satu masjid yang buka 24 jam, lengkap dengan kasur dan air minum. Fasilitas ini tidak hanya tersedia selama Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun.

Kehadiran Kampoeng Ramadan di Masjid Merdeka Wonomulyo menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat, Kehangatan yang tercipta setiap senja bukan sekadar tentang hidangan berbuka, tetapi juga tentang persaudaraan dan kepedulian yang terus terjaga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *